Residivis Ini Nekat Bawa Kabur Motor saat Test Drive

Irfan Ma'ruf, iNews · Kamis 30 Juli 2020 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 338 2254460 residivis-ini-nekat-bawa-kabur-motor-saat-test-drive-mw616v7qsn.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Satuan Reskrim Polsek Cilandak menangkap seorang berinisial IN alias Udin dalam kasus penipuan, dan penggelapan yang telah dilakukan selama 30 kali. Udin melakukan pencurian sepeda motor dengan berpura-pura saat hendak membeli.

"Tersangka datang ke tempat penjualan sepeda motor bekas untuk berpura-pura membeli sepeda motor, setelah itu tersangka meminta menguji coba sepeda motor tersebut. Setelah diberikan tersangka membawa kabur sepeda motor milik korban," kata Kapolsek Cilandak, Kompol Martson Marbun dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020).

Martson mengatakan, tersangka telah melakukan aksi tersebut sebanyak 30 kali, sebanyak 11 penipuan di wilayah Cilandak, dan 19 lainnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Menurut tersangka sepeda motor hasil kejahatan tersebut di jual kepada seorang laki-laki berinisial LN di daerah Parung Bogor, dan uang hasil penjualan tersebut di gunakan untuk keperluan hidup sehari-hari.

 pencurian

Sejumlah aksi Udin mencuri sepeda motor harus berhenti setelah polisi menangkapnya di kawasan Sawangan, Depok, Kamis (23/7/2020) lalu sekitar pukul 17.30 WIB. Penangkapan dilakukan jajaran Polsek Cilandak, Jakarta Selatan.

"Tersangka merupakan residivis, dan sudah 3 kali masuk penjara dalam kasus yang sama dan terakhir baru keluar di Bulan Maret 2020," jelasnya.

Dari sejumlah rentetan kasus pencurian, yang membawa dia harus hidup dibalik jeruji sendiri berawal hari Kamis tanggal 23 Juli 2020 sekitar Jam 15.00 WIB. Tersangka datang ke tempat penjualan motor milik korban dan berpura-pura akan membeli sepeda motor milik korban.

Kemudian tersangka tawar menawar harga sepeda motor dan setelah mendapatkan penjelasan mengenai harga, tersangka mengatakan untuk pulang rumah terlebih dahulu yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban.

Kemudian tersangka meminta uji coba sepeda motor tersebut, tanpa ragu korban percaya dan mengizinkan tersangka untuk menguji coba sepeda motor dengan menyerahkan satu buah kunci kontak berikut dompet terdapat STNK di dalamnya.

"Selanjutnya tersangka mengendarai dan membawa pergi sepeda motor milik korban dan tidak kembali lagi ke tempat penjualan sepeda motor milik korban. Selanjutnya korban melaporkan kejadian penipuan tersebut kepada pihak Kepolisian," bebernya.

Sejumlah barang bukti juga diamankan diantaranya satu unit sepeda motor. Udin kini dijerat dengan Pasal 378 Jo 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini