Hari Raya Idul Adha Masih Banyak Warga Manfaatkan Mudik

Wisnu Yusep, Okezone · Jum'at 31 Juli 2020 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 31 338 2254976 hari-raya-idul-adha-masih-banyak-warga-manfaatkan-mudik-uvXa7gJvN9.jpg Sejumlah warga Bekasi mudik (foto: Okezone.com/Wisnu)

BEKASI - Aktivitas di Terminal Induk Kota Bekasi, Jawa Barat pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, Jumat 31 Juli 2020 terpantau ramai. Mereka memanfaatkan Hari Raya Idul Adha untuk mudik.

Pantauan Okezone di Terminal Induk Kota Bekasi, masyarakat terlihat ramai di sejumlah armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Seperti yang dilakukan Nurohmah (34) wanita asal Kuningan, Jawa Barat itu hendak mudik ke kampung halaman.

"Kemarin sempat ke sini, tapi karena kapasitas bus penuh semua, kita pulang lagi dan baru hari ini kami sekeluarga pulang ke Kuningan," jelas dia kepada Okezone, Jumat (31/7/2020).

Dirinya bersama sang suami dan dua anaknya harus rela menunggu sejak pukul 08.00 WIB. Usai melaksanakan Sholat Idul Adha di Masjid Al Huda, Kampung Mede, dirinya pun langsung bergegas ke Terminal Induk Kota Bekasi.

"Karena barang sudah dipaking, jadi kita langsung jalan aja, karena takut enggak kebagian bus," ungkap dia.

 Mudik

Benar saja, dirinya mendapatkan giliran bus yang keempat meski sudah menunggu sejak pagi tadi. "Iya tadi pas dicek, busnya katanya udah penuh, pas dicek lagi ke yang berikutnya penuh juga, karena kapasitas 50 persen, jadi bus hanya setengah penumpang," ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Unit Terminal Induk Kota Bekasi Acim mengatakan, tidak ada terjadi penumpukan penumpang selama dua hari terakhir ini. Penumpang rata-rata tidak ada yang mengantre atau tak terlayani.

"Gak, semua normal. Meski ada lonjakan, masih terangkut semua," jelas dia.

Sementara ketika disinggung mengenai protokol kesehatan yang belum sepenuhnya diterpakan oleh pemudik, Acim mengaku pelanggaran itu hanya dilakukan oleh beberapa orang saja.

"Alhamdulilah sudah 90 persen. Memang masih ada yang sebagian bandel. Kalau gak taat ditegur karena untuk kepentingan bersama. Sementara untuk sanksi belum," jelas dia.

Terlebih, klaim dia, pihaknya menyedikan posko-posko protokol kesehatan. Salah satunya, seperti alat tempat mencucin tangan. "Semua fasilitas ada, ada di pintu masuk, sesuai dengan protokol kesehatan," ujar dia.

Dia memastikan, pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di Terminal Induk Kota Bekasi hanya dilakukan oleh pengendara atau orang yang hanya numpang lewat di Terminal Induk Kota Bekasi.

"Yang langgar orang yang lewat aja. Tapi gitu itu juga kita ditegur. Bahkan di warung sudah siapkan cuci tangan," pungkasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini