Idul Adha di Tengah Pandemi, Bima Arya: Lawan Teori Konspirasi Covid-19!

Haryudi, Koran SI · Sabtu 01 Agustus 2020 07:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 338 2255265 idul-adha-di-tengah-pandemi-bima-arya-lawan-teori-konspirasi-covid-19-kAhz1sNx7Q.jpg Wali Kota Bogor, Bima Arya (Foto: Okezone)

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa Idul Adha tahun ini dirayakan di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu, masyarakat diimbau bisa menekan ego untuk kepentingan yang lebih besar

"Kurban itu substansinya adalah menekan ego dan mengutamakan kemaslahatan atau kepentingan yang lebih besar. Itu yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim," ungkap Bima Arya.

"Sekarang ini bencana disebabkan karena banyak orang egois. Jadi demi kesenangan sendiri membahayakan orang lain. Kita harus menekan ego kita. Ada yang bilang pakai masker tidak enak, jaga jarak tidak enak, menahan untuk nongkrong-nongkrong juga tidak enak. Tapi sekarang semua harus ditekan. Di Kota Bogor ada enam keluarga terpapar Covid, ini jadi kluster penyebaran Covid. Bahkan ada satu keluarga yang jumlahnya 14 orang," jelasnya.

Adanya kluster tersebut, lanjut Bima, karena ketidakdisiplinan anggota keluarga. "Egois menganggap dirinya tidak membahayakan. Habis dari luar kota, tidak isolasi, langsung kontak dengan keluarga, pegang orang yang punya komorbid itu bahaya sekali. Bisa meninggal. Jangan egois. Substansi kurban hari ini adalah itu, menekan ego kita," tandas Bima.

Substansi lain dari Idul Adha tahun ini, kata Bima adalah momentum untuk menguatkan kebersamaan. Menurutnya saat ini perang umat manusia sedang berperang. Maka dari itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk merapatkan barisan.

"Tidak boleh terpecah-pecah. Yang kita lawan hari ini adalah pemahaman yang keliru tentang Covid-19. Terutama teori konspirasi. Konspirasi itu berbahaya kalau diyakini secara akidah. Pertama, itu suudzon. Berpikir jelek kepada orang lain, berpikir jelek kepada pemerintah. Ajaran agama mengajarkan kepada kita untuk husnudzon. Agama juga mengajarkan kita untuk muhasabah, evaluasi diri. Bukan menyalahkan orang lain. Teori konspirasi itu menyalahkan orang lain," bebernya.

Bima menambahkan, orang yang percaya teori konspirasi berarti tidak mengimani ajaran agama. "Bahaya. Saya lihat di sosial media teori konspirasi ini masih banyak pengikutnya. Ini ujian keimanan, bukan hanya ujian kesehatan. Meyakini teori konspirasi itu berarti keimanan kita kurang kuat. Jadi covid ini kenyataan, bukan khayalan. Teori konspirasi itu khayalan," imbuhnya.

"Ini tugas bersama membangun narasi besar tentang ujian keimanan itu. Terakhir saya minta warga Bogor tetap waspada ini situasinya masih belum aman. Ada kluster keluarga, ada klister perkantoran, ada kluster luar kota atau imported case. Saya berterimakasih jamaah sholat Ied tadi menjaga protokol kesehatan," tutupnya.

(kha)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini