Alasan Kebijakan Ganjil-Genap Diberlakukan saat Pandemi Covid-19

Puteranegara Batubara, Okezone · Minggu 02 Agustus 2020 10:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 02 338 2255634 alasan-kebijakan-ganjil-genap-diberlakukan-saat-pandemi-covid-19-3nBM6ho3Ov.jpg

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan instansi terkait lainnya menyepakati bahwa kebijakan lalu lintas berupa Ganjil-Genap (GaGe) di wilayah Ibu Kota Jakarta akan kembali diberlakukan saat Pandemi Covid-19, pada Senin 3 Agustus 2020.

Kadishub DKI Syafrin Liputo mengklaim bahwa, kebijakan pembatasan kendaraan melalui plat mobil itu merupakan salah satu upaya untuk menekan pergerakan manusia di tengah pagebluk virus corona.

"Perlu dipahami bahwa saat ini Jakarta masih terus berupaya untuk menekan laju pertambahan angka positif Covid-19," kata Syafrin dalam jumpa pers di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (2/8/2020).

BACA JUGA: Begini Skema Ganjil-Genap yang Diterapkan Awal Pekan Depan

Kebijakan ini salah satunya diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 51 Tahun 2020. Pasalnya hal itu menyatakan penanganan komprehensif mulai dari hulu ke hilir.

Menurut Syafrin, penanganan awal untuk menekan pertambahan angka positif virus corona adalah dengan membatasi pergerakan yang tidak terlalu penting antar-manusia.

Salah satunya adalah, dengan memaksimalkan kebijakan soal Work From Home (WFH) masyarakat yang bertugas di perkantoran. Apalagi, dalam belakangan ini muncul klaster baru kasus positif Covid-19 di area perkantoran.

BACA JUGA: Polisi Belum Akan Berlakukan Tilang di 3 Hari Pertama Pemberlakuan Ganjil-Genap

"Apa itu hulunya? Di dalam Pergub 51 sudah diatur bahwa selama pelaksanaan PSBB masa transisi, maka prinsip kerja dari rumah itu tetap dilaksanakan dengan proporsi pembagiannya adalah 50% Work From Home, 50% bekerja ataupun masuk kantor. Yang masuk kantor pun tetap dibagi minimal 2 shift kerja," papar Syafrin.

Kebijakan itu bertujuan untuk menciptakan situasi dan kondisi wilayah Jakarta saat melakukan aktivitas dalam keadaan yang kondusif dan aman dari penyebaran virus corona. Sehingga, masyarakat akan tetap sehat meskipun dituntut produktif.

"Dan oleh sebab itu pengaturan ini muaranya adalah prinsip jaga jarak apakah itu di lingkungan kantor, di pusat kegiatan itu tetap menjadi utama dan oleh sebab itu dari hasil evaluasi yang terus kami lakukan khususnya indikatornya adalah volume lalu lintas di Jakarta yang terus menerus setiap hari ada kenaikan dan terakhir kami dapatkan bahwa ternyata volume lalu lintas di Jakarta bahkan di beberapa titik itu telah melampaui kondisi volume lalu lintas sebelum masa pandemi Covid-19," tutur Syafrin.

Sebagai contoh, di area Cipete saat Pandemi Covid-19 belum berlangsung kondisi lalu lintasnya adalah sekitar 74 ribu kendaraan per hari. Tetapi saat ini angkanya sudah terlampaui menjadi 75 ribu kendaraan setiap harinya.

"Demikian pula halnya di kawasan Senayan, jalan Sudirman di Senayan rata-rata volume lalu lintas sebelum masa pandemi itu sekitar 127 ribu, tetapi saat ini kondisi ini terlampaui sekitar 145 ribu," ujar Syafrin.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini