DPRD DKI Kritik Kebijkan Ganjil-Genap di Tengah Pandemi Covid-19

Bima Setiyadi, Koran SI · Minggu 02 Agustus 2020 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 02 338 2255755 dprd-dki-kritik-kebijkan-ganjil-genap-di-tengah-pandemi-covid-19-cZ6Aq5zOUz.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Anthony Winza mengkritik kebijakan Pemprov DKI Jakarta dengan kembali memberlakukan ganjil-genap ditengah pandemi Covid-19. Dia menilai kebijakan tersebut kontra produktif dengan penanganan virus corona.

Diketahui, Dinas Perhubungan DKI Jakarta beralasan, kebijakan ganjil genap diberlakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Pasalnya, volume lalu lintas meningkat mendekati normal, dibandingkan dengan kondisi lalu lintas pada Februari 2020 sebelum diberlakukan PSBB.

Namun, Winza menilai dengan adanya ganjil-genap, maka masyarakat didorong untuk naik angkutan umum yang menurutnya lebih rawan penyebaran covid-19.

“Kebijakan ganjil genap bertujuan untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum. Namun, di masa pandemi Covid-19, transportasi umum memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, kebijakan ganjil genap justru akan meningkatkan penyebaran virus," kata Anthony Winza, dalam siaran tertulisnya, Minggu (2/8/2020).

Hingga hari ini, di DKI Jakarta terdapat 22.144 kasus. Selama seminggu terakhir, rata-rata jumlah kasus sekitar 400 orang per hari. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pada masa PSBB sekitar 100 orang per hari.

“Lalu lintas memang mulai macet, tapi pandemi Covid-19 belum terkendali. Bahkan saat ini kondisinya jauh lebih parah jika dibandingkan dengan masa PSBB. Jika ganjil genap diberlakukan, maka akan semakin banyak warga Jakarta yang berdesak-desakan di transportasi umum. Kebijakan ini sangat membingungkan,” jelasnya.

Baca Juga : Akhir Pekan Ini, 3.200 Penumpang Kereta Tiba di Jakarta

Baca Juga : Bamsoet Tegaskan Penggunaan Senpi Kaliber 9 MM Hanya untuk Lomba

Anggota legislatif Kebon sirih, Jakarta Pusat itu menduga kebijakan ganjil genap ini hanya memikirkan transportasi, namun mengabaikan kesehatan masyarakat. Dia menyarankan agar Pemprov DKI mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar, bukan berpikir secara sektoral.

“Di tengah pandemi begini, buat apa memaksakan ganjil genap? Mungkin Pak Anies lelah dan bingung, sehingga akhirnya mengeluarkan kebijakan yang saya rasa bertentangan dengan logika," pungkasnya.

(aky)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini