Polisi Tangkap 2 Pengedar Ganja 160 Kg dengan Modus Buku LKS

Ari Sandita Murti, Sindonews · Senin 03 Agustus 2020 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 338 2256115 polisi-tangkap-2-peredaran-ganja-160-kg-dengan-modus-buku-lks-ZQVPwLFOl2.jpg Ilustrasi Ganja

JAKARTA - Polisi meringkus dua pelaku peredaran narkoba jenis ganja sebanyak 160 kg di kawasan Bogor Tengah, Kota Bogor. Adapun modusnya menumpuk ganja tersebut dengan buku Lembar Kerja Siswa (LKS).

"Pada 17 Juli kemarin siang, Satnarkoba Polres Jaksel mengungkap peredaran narkoba jenis ganja dengan total 160 kg di kawasan Bogor Tengah, Bogor," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana pada wartawan, Senin (3/8/2020).

Dalam kasus tersebut, polisi juga mengamankan dua orang pengedarnya berinisial HS dan MK. Pengungkapan tersebut berawal dari hasil pengembangan kasus narkotika sebelumnya hingga akhirnya ditangkap keduanya bersama barang buktinya.

"Lokasi pertama pada 14 Juli kemarin kita amankan ganja 70 bungkus dengan berat 70 kg ganja, yang mana itu dibungkus lakban cokelat, lalu dilapisi buku-buku LKS," tuturnya.

Dari situ, kata dia, polisi kembali menerima informasi tentang adanya kiriman ganja pula di kawasan Bogor Tengah sehingga dilakukan penggerebekan pula sehingga didapatkan ganja seberat 90 kg pada 17 Juli 2020 kemarin. Selain ganja, polisi juga mengamankan bukti berupa 10 gram sabu.

Baca Juga : Penutupan Kantor DPRD DKI Diperpanjang hingga 9 Agustus

Baca Juga : Cegah Penyebaran Corona, Meja Tamu Istana Dipasang Pembatas Kaca

"Kedua modusnya juga sama, 90 bungkus ganja seberat 90 kg dibukus lakban cokelat, ditaruh di 5 kardus lalu ditumpul buku LKS. Itu kamuflase yang mereka lakukan sehingga seolah membawa buku LKS," katanya.

Kini, para tersangka dikenakan pasal Pasal 114 Ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. dipidana dengan pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini