15 Sopir dan 25 Penumpang Angkot Dihukum Sosial Gegera Tak Pakai Masker

Agregasi Sindonews.com, · Senin 03 Agustus 2020 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 338 2256384 15-sopir-dan-25-penumpang-angkot-dihukum-sosial-gegera-tak-pakai-masker-00xzo7Edn1.jpg Sejumlah sopir dan penumpang angkot dihukum sosial lantaran tak pakai masker (Foto : Sindonews.com)

JAKARTA - Satgas Covid-19 dari Kelurahan Ancol melakukan giat operasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap dua lanjutan di Pasar Pagi, Pademangan, Ancol, Jakarta Utara, Senin (3/8/2020).

Kasatpol PP Kelurahan Ancol Moechtar mengatakan, operasi kepatuhan PSBB masih terus dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. "Hari ini kami laksanakan kegiatan operasi PSBB sesuai peraturan daerah yang ditujukan kepada pengemudi dan juga masyarakat atau dalam hal ini penumpang angkutan umum," ujarnya dilansir dari Sindonews.com, Senin (3/8/2020).

Berdasarkan data, terdapat 40 pelanggar, rinciannya 25 penumpang dan 15 sopir angkutan umum yang tidak mengenakan masker. "Dalam waktu satu jam kami mendapati 40 pelanggar yang tidak menggunakan masker. Mayoritas pelanggar adalah penumpang," kata Moechtar.

Baca Juga : Eks Anggota Bawaslu Agustiani Tio Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Baca Juga : Ridwan Kamil Siap Disuntik Sinovac, Calon Vaksin Corona Asal China

Untuk sanksinya, para pelanggar dikenakan hukuman sosial. "Sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 51, sanksinya membayar denda Rp250 ribu atau membersihkan lingkungan. Dan mayoritas seluruh pelanggar menyanggupi untuk kerja sosial," ucapnya.

Pengemudi truk trailer, Wawan (35) mengaku lupa menggunakan masker saat keluar dari gudang. "Saya baru keluar garasi dari Muara Baru buru-buru mau ke Marunda ambil kontainer. Jadi tidak sempat pakai masker," kilahnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini