Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Melonjak, Airin Ungkap Pemicunya

Hambali, Okezone · Selasa 04 Agustus 2020 19:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 338 2256956 kasus-positif-covid-19-di-tangsel-melonjak-airin-ungkap-pemicunya-qE0fVITH2P.jpg Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany. Foto: Hambali-Okezone

TANGSEL - Kasus Covid-19 mengalami lonjakan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Data gugus tugas yang dirilis Selasa (4/8/2020) sore mencatat, total jumlah terkonfirmasi positif mencapai 582 orang, atau ada penambahan 10 pasien dalam satu hari sebelumnya yang berjumlah 572 orang.

Dari total 582 pasien positif itu, 445 di antaranya dinyatakan telah sembuh atau bertambah 1 orang dari hari sebelumnya. Lalu 98 pasien lainnya masih dalam perawatan, dan 39 pasien telah meninggal dunia.

Wali Kota Airin Rachmi Diany pun mengaku tengah mempelajari lonjakan kasus Covid tersebut. Namun menurut dia, ada beberapa hal yang menjadi faktor pemicu peningkatan kasus positif dalam beberapa hari terakhir.

"Ini kami lagi pelajari, saya mau rapat. Tapi dari informasi yang saya dapat, akibat dari pertama, orang yang dulu positif sudah sembuh itu menulari, sedang isolasi mandiri. Tapi ada juga rata-rata akibat dari impor, dari luar daerah masuk ke kita," katanya di Balai Kota, Ciputat.

Dijelaskan dia, ada warganya yang bepergian dari suatu wilayah di provinsi lain lalu terkena Covid-19 dengan status orang tanpa gejala. Tanpa disadari, keluarga yang lain pun akhirnya ikut tertular. Selain itu, ada pula Pondok pesantren (Ponpes) yang memulai kegiatannya, lalu diketahui di sana ada yang positif.

Baca Juga: Cerita Pedagang Jelang Rapid Test, Tempuh Berbagai Cara Hindari Reaktif Corona

"Kita tutup (Ponpes) untuk ditracking di satu tempat. Kita temukan yang kemarin sudah positif ternyata keluarganya kena," ucapnya.

Menurut Airin, cukup sulit baginya menangani lonjakan kasus tersebut. Sebab, wilayah Tangsel berbatasan langsung dengan Jakarta. Sementara diketahui, ada peningkatan kasus Covid-19 di Jakarta beberapa waktu belakangan.

"Yang pasti kita sulit, apalagi ini antar daerah yang jaraknya saja sudah sangat-sangat terbuka. Apalagi DKI sekarang ada kenaikan, 50 persen warga Tangsel kerja di DKI. Itu juga salah satu penyebabnya," tambah Airin.

Sementara di lokasi yang sama, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Deden Deni, mengatakan, lonjakan kasus Covid di Tangsel dikarenakan lengahnya kesadaran masyarakat menerapkan protokol Covid. Dia mencontohkan situasi terkini, di mana aktivitas warga yang mulai berdesakan menaiki KRL sangat rentan atas penularan Covid.

Baca Juga:  Airin Ogah Terapkan Denda Pelanggar Masker di Tangsel 

"Justru itu yang terjadi, karena masyarakatnya tidak sadar itu tadi, makanya terjadi penambahan kasus. Di lapangan warga sudah relatif lebih disiplin terhadap protokol kesehatan. Tapi kan masih ada yang keluar kota naik KRL. Kereta api kan sudah mulai penuh lagi, dan sulit menerapkan jaga jarak," terangnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini