KBM Tatap Muka di Bekasi Libatkan Seluruh Instansi Terkait

Wisnu Yusep, Okezone · Selasa 04 Agustus 2020 21:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 338 2257000 kbm-tatap-muka-di-bekasi-libatkan-seluruh-instansi-terkait-5QJ7AV0cqZ.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

BEKASI — Simulasi proses belajar menggajar (KBM) tatap muka enam sekolah role model atau percontohan di Kota Bekasi sudah digelar sejak Senin 3 Agustus 2020, meski Kota Bekasi masih dikategorikan sebagai zona oranye penyebaran virus corona atau Covid-19.

Tentunya dengan dibukanya kembali proses KBM tatap muka, potensi risiko penularan lebih tinggi. Namun demikian, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mengklaim tidak sendiri menjalankan kebijakan KBM tatap muka.

"Disdik tidak sendiri menjalankan Kepwal. Kalau lihat dari situ penasehatnya pak wali kota pelindu bu Sekda. Penanggungjawabnya Asda II," kata Sekretaris Disdik Kota Bekasi Uu Saeful Mikdar, Selasa (4/8/2020).

Terlebih lagi, lanjut dia, KBM tatap muka di enam sekolah role model ini melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). "Terutama dalam berhubungan dengan seperti Dinkes, jadi sekolah yang ada, misal di SMPN 2, puskesmas setempat bertanggungjawab melihat sedini mungkin," beber dia.

Di sisi lain, kata dia, KBM tatap muka ini sudah diatur dalam Kepwal yang rujukannya pada surat keputusan bersama empat mentri tentang kegiatan pendidikan tahun ajaran 2020/2021. Sebelum benar-benar digelar, kata Uu, tim monitoring dikerahkan mengenai kesiapan sekolah dan memastikan segala persyaratan sesuai dengan Kepwal dan SKB empat mentri.

"Jadi instrumennya itu harus lolos sarananya, sesuai dengan protokoler kesehatan, begitu juga siswa," jelas dia.

Baca Juga : Jelang KBM Tatap Muka, 65 Guru Dinyatakan Reaktif Covid-19

Baca Juga : Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Melonjak, Airin Ungkap Pemicunya

Belum lagi, kata dia, dalam KBM tatap muka ini orang tua wali murid terlebih dulu disodorkan persetujuan. "Kenapa harus ada penyataan orangtua sama-sama, bertangungjawab supaya proses role model ini berjalan baik," klaim dia.

Sekaligus untuk mengantisipasi bila di kemudian hari ada hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, dia menjamin bahwa tim kesehatan Kota Bekasi sudah bisa mengantisipasi hal tersebut.

"Tetapi di kemudian hari ada hal-hal yang merugikan tapi kalau berlapis-lapis dari unsur kesehatan sudah membahu-bahu insya allah sedini mungkin risiko bisa diperkecil," jelas dia.

Sebanyak enam sekolah di Kota Bekasi sejak kemarin, Senin 3 Agustus 2020 telah mulai melakukan simulasi belajar tatap muka dijadwalkan bakal berlangsung hingga Jumat 28 Agustus.

Keenam sekolah itu diantaranya, SDN Pekayon Jaya VI, SMPN 2 Kota Bekasi, Sekolah Voctory Kemang Pratama dan Sekolah Islam Al-Azhar Jakapermai, SMP Nassa dan SDN Jaticempaka VI.

Dalam simulasi belajar tatap muka, setiap sekolah role model hanya membuka tiga rombongan belajar dengan masing-masing ruang belajar diisi maksimal 18 siswa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini