Share

PSBB Diperpanjang, Tak Pakai Masker di Bogor Siap-Siap Didenda Rp500 Ribu

Haryudi, Koran SI · Rabu 05 Agustus 2020 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 338 2257229 psbb-diperpanjang-tak-pakai-masker-di-bogor-siap-siap-didenda-rp500-ribu-EGWipOo9jE.jpg Ilustrasi masyarakat sedang menggunakan masker (Foto: Okezone)

BOGOR - Menyusul diperpanjangnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional dalam fase Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (Pra-AKB) selama satu bulan, terhitung sejak kemarin hingga 3 September, Pemkot Bogor juga resmi menerapkan sanksi tilang atau denda bagi masyarakat yang tak mengenakan masker.

Aturan itu tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 900.45-T52 tahun 2020, yang menyebutkan bahwa berdasarkan evaluasi dan informasi penanganan Covid-19 di Kota Bogor, PSBB yang telah dilaksanakan menunjukan angka penyebaran Covid-19 secara fluktuatif dan belum ada pengurangan secara signifikan.

"Sehingga Kota Bogor akan melanjutkan PSBB Proporsional Pra-AKB sebagai kebijakan PSBB di Kota Bogor dengan menerapkan protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19. Perpanjangan keenam ini terhitung mulai 4 Agustus 2020 sampai dengan 3 September 2020," tulis surat keputusan yang ditandatangani langsung Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Baca Juga:  PSBB Kota Bogor Diperpanjang, Apa Bedanya?

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor mengatakan, dalam masa perpanjangan PSBB tersebut juga secara resmi diberlakukan pengenaan sanksi administratif pelanggaran penyelenggaraan kesehatan terhadap protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19 di Kota Bogor.

"Baru saja Pak Wali menandatangani Perwali Nomor 45/2020 tentang pengenaan denda untuk mereka yang tidak melaksanakan protokol Covid yang merupakan turunan dari Pergub. Ada beberapa pasal di situ, misalnya pemerintah diberikan kewenangan untuk melakukan teguran lisan sampai dengan pencabutan izin permanen. Kedua, pengenaan denda dari nilai Rp100 ribu sampai Rp500 ribu bagi yang tidak memakai masker," ungkap Dedie, Rabu (5/8/2020).

Baca Juga:  Pelanggar PSBB DKI Mengulangi Kesalahannya Akan Dikenakan Denda Progresif

Menurutnya, pemakaian masker sangat penting pada fase Pra-AKB karena dapat menekan risiko penularan atau penyebaran Covid-19, khususnya di ruang-ruang publik yang sudah mulai dibuka secara bertahap.

"Sanksi tersebut diturunkan dalam Perwali agar Satpol PP bisa mengimplementasikan secara dinamis dan lugas. Tujuannya apa? Ya, supaya masyarakat lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Kedisiplinan masyarakat sangat menentukan pencegahan penularan Covid-19," jelasnya.

Ia juga menyebutkan data terakhir per 4 Agustus 2020 kasus Covid-19 di Kota Bogor menunjukan total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 301 orang dengan rincian 78 orang masih dalam perawatan, 202 orang sembuh dan meninggal 21 orang.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, angka tersebut merangkak naik sehingga situasinya jauh dari kata aman. "Saya membaca satu situasi yang sangat mengkhawatirkan. Angka Covidnya naik tetapi kekhawatiran masyarakat menurun, disiplin menurun, ini sangat berbahaya. Kalau kita analisis yang terjadi ini adalah lonjakan dari keluarga, lonjakan kasus luar kota dan perkantoran. Semua diakibatkan karena ketidakpedulian," ungkap Bima.

"Saya saja yang alumni Covid-19 yang konon katanya sudah kebal, itu setiap pulang tidak pernah langsung menyapa anak. Saya langsung ke kamar mandi bersih-bersih. Jadi saya kadang bisa sampai 5 kali mandi di rumah. Keluar lagi, masuk mandi lagi. Situasi seperti ini yang harus dirasakan oleh semua, ini berbahaya sekali," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini