14 Kawanan Geng Motor "Make Muke" Diringkus Polisi

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Rabu 05 Agustus 2020 18:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 338 2257572 14-kawanan-geng-motor-make-muke-diringkus-polisi-3IhfnZ1Rqc.jpg Polisi menangkap kawanan begal (Foto: Yan Yusuf)

JAKARTA - Bermodal minuman keras, 14 orang gerombolan geng motor Make Muke (Maju Kena Mundur Kena) nekat membegal pemotor. Aksi mereka kemudian terciduk polisi dan diamankan Unit Reskrim Polsek Cengkareng, Jakarta Barat, di Jalan Kapuk Raya Kelurahan Cengkareng, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu 5 Agustus 2020. 

Kapolsek Cengkareng, Kompol Khoiri menerangkan peristiwa itu di berawal dari empat pelaku bernama I W, Di, Ji dan Fi serta belasan temannya berkumpul sambil meminum minuman keras.

Baca Juga:  Waspada Begal dengan Modus Minta Rokok

Dalam kondisi setengah mabuk, para pelaku berkeliling mencari musuh secara acak. Saat berkeliling, pemotor bernama Fajar dihadang para pelaku.

"Keempat orang ini memaksa korban untuk serahkan sepeda motornya dengan ancam menggunakan senjata tajam," ucapnya, Rabu (5/8/2020).

Sempat berteriak minta tolong. Para pelaku kemudian menyerang kelompok warga yang membantu fajar, tawuran kemudian terjadi setelahnya.

Karena tak ada persiapan, Fajar akhirnya kena bacok oleh para pelaku dan dilarikan ke rumah sakit lantaran tak sadarkan diri.

"Jadi kelompok ini memang meresahkan. Mereka bentuk geng motor bernama Make Muke ini sudah dua bulan. Bahkan, kelompok ini mau buat cabang geng motor dengan nama Make Muke 410 dan 411," tegas dia.

Baca Juga:  Aksi Pembegalan Bocah yang Sedang Bawa Motor Terekam CCTV

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Antonius menambahkan, dari hasil interograsi ternyata geng motor ini gabungan dengan geng Tabaci. Di mana, kelompok ini terdiri dari pemuda Kalideres, Srengseng, Jembatan Gantung, Bojong dan Kapuk.

"Gank ini beraksi setiap malam Minggu atau pas malam liburan didahului dengan mencari lawan melalui medsos IG dan FB sekitar pukul 03.00 WIB, para pelaku juga sebelum melakukan aksinya menenggak minuman keras dan minum obat2an yaitu jenis Tramadol / lexotan," tegas Anton.

Dari hasil penangkapan empat orang itu, pihaknya mengembangkan dan kembali tangkap sembilan orang lainnya bernama Im, Sn, Gg, Fi, Ma, Ri, Hu, Ri dan Gi di lokasi terpisah.

"Ada belasan senjata tajam yang kami amankan dari tangan para pelaku. Beberapa sepeda motor yang digunakan dan juga hasil kejahatan," ucapnya.

Dari kasus ini, Antonius mencatat ada empat laporan yang diduga kuat melibatkan para pelaku. Barang bukti hasil kejahatan seperti 3 unit sepeda motor dan beberapa HP rampasan.

Kini akibat perbuatannya, para pelaku terancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara lantaran dianggap melanggar Pasal 365 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini