KBM Tatap Muka, Pemkot Bekasi Siap Jelaskan bila Dipanggil Kemendikbud

Wisnu Yusep, Okezone · Rabu 05 Agustus 2020 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 338 2257622 kbm-tatap-muka-pemkot-bekasi-siap-jelaskan-bila-dipanggil-kemendikbud-ZKF1MK7DPN.jpg Pemkot Bekasi terapkan KBM tatap muka (Foto : Okezone.com/Wisnu)

BEKASI — Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi siap memberikan penjelasan kepada Kemendikbud terkait proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, yang telah dilaksanakan pada Senin 3 Agustus 2020.

Ada sekitar enam sekolah yang sejauh ini mulai gelar simulasi tatap muka, yakni SMPN 2 Kota Bekasi, SMP Victory, SMP Nassa, SDN Pekayonjaya VI, SD Negeri Jaticempaka VI, dan SD Al Azhar VI.

"Kita kasih penjelasan, kita kasih bukti. Semuanya kita akan lakukan. Artinya bukan kita terus melanggar, tinggal hal-hal, apalagi sudah kami pikirkan, itu," kata tim hubungan masyarakat (Humas) sekolah role model Kota Bekasi Hadi Sunaryo ketika dikonfirmasi, Rabu (5/8/2020).

Hadi menilai, kegiatan simulasi KBM tatap muka yang sudah dilaksanakan di Kota Bekasi, tidak seperti yang ada dipikirkan oleh pihak Kemendikbud. "Tapi faktanya di situ murid untuk kelas SMP kelas VII, sifatnya hanya pengenalan saja, selama ini kan begitu. Ketika masuk, belum ada pengenalan terhadap guru, lingkungan dan teman-teman. Itu kan belum ada," ungkap dia.

Terlebih, klaim Hadi, kegiatan belajar melalui sistem online tidak dihilangkan. Mereka para murid tetap melakukan kegiatan belajar di rumah secara online. Dia pun memastikan, kegiatan tatap muka di sekolah hanya sebatas simulasi.

"Kami menginginkan adaptasi apabila nanti kalau untuk sekolah menegah, dalam SKB 4 menteri memang disebutkan hanya sekolah tingkat tinggi bulan Agustus, disinilah kami mencoba untuk mensimulasikan, kalau memang kondisi masih kaya gini, zona merah mungkin dihentikan," jelas dia.

Tetapi sekarang ini, kata dia, pihaknya mengacu kepada penularan virus corona atau Covid-19 yang sudah semakin rendah. Dengan alasan itu, pihak Pemkot Bekasi menggelar simulasi KBM tatap muka. "Penularanya di 0,1 persen artinya 0,50 persen. Dasar itu lah menjadi pemikiran Pemkot Bekasi untuk melakukan KBM tatap muka," klaim dia.

Baca Juga : Politikus Garis Keras Denmark Umumkan Rencana Bakar Kitab Suci di Swedia 

Baca Juga : Pemuda Ini Tersetrum Listrik Gegara Kejar Layangan

Sebagai informasi, Pemkot Bekasi memperbolehkan aktivitas tatap muka di sekolah kembali berlangsung dengan alasan angka penularan Covid-19 di Kota Bekasi sudah di bawah satu.

"Ini kan dari puskesmas pun dari penanganan kita lakukan prementif, artinya setiap hari kita monitoring, semuanya kita awasi dan evaluasi," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini