Kadishub DKI: Ganjil-Genap Turunkan 4% Volume Kendaraan

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 07 Agustus 2020 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 338 2258461 kadishub-dki-ganjil-genap-turunkan-4-volume-kendaraan-b2PYHRGzkX.jpg Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menerangkan bahwa penerapan ganjil-genap di jalan protokol berhasil menurunkan 4% volume kendaraan di Ibu Kota. Dampak penerapan ganjil-genap berhasil memangkas antrean dari setiap antrean di persimpangan jalan Jakarta.

"Jadi terkait pelaksanaan ganjil-genap memang hasil evaluasi kami khususnya pada tiga hari lalu mulai Senin hingga Rabu itu terjadi peningkatan kinerja lalu lintas untuk volume lalu lintas terjadi penurunan memang rata-rata sekitar 4 persen," kata Syafrin di FX Senayan, Jakarta, Jumat (7/8/2020).

Baca Juga:  Pelanggaran Ganjil-Genap di Jakarta Barat Menurun, Sosialisasi Diperpanjang

Syafrin menerangkan, ganjil-genap juga meningkatkan pengguna layanan angkutan umum mencapai 3%. Namun, lanjut dia, Pemprov DKI telah mengantisipasi lonjakan tersebut.

"Ini rata-rata di angkutan umum di Transjakarta, MRT, LRT dan KRL. Namun, saya sampaikan untuk peningkatan ini sebenarnya masih bisa di-cover angkutan umum sebelum ganjil-genap di uji cobakan kemarin," ujarnya.

Dishub DKI Jakarta juga telah menambah armada di Transjakarta. Selain itu, PT KAI juga menambahkan jumlah KRL guna mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut.

Kebijakan ganjil-genap saat ini, lanjut Syafri, berbeda dengan ganjil-genap sebelum adanya pandemi Covid-19. "Sebelum pandemi Covid-19 kebijakan gage tujuannya untuk memindahkan pergerakan orang dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Tapi, saat ini dengan physical distancing dan pengaturan di hulunya di mana untuk pekerja sudah dibagi shift dan tetap menjalankan WFH 50 persen sehingga pergerakan orang dengan kendaraan pribadi itu menjadi indikator utama tinggi atau tidaknya mobilitas warga," jelasnya.

Baca Juga:  DPRD DKI Nilai Kebijakan Ganjil-Genap Tidak Tepat Diterapkan saat Pandemi

Syafrin mengingatkan, saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir. Pemprov DKI masih terus berupaya melakukan penanganan guna mencegah penyebaran virus corona tersebut.

"Pada saat mendapatkan jadwal WFH (work from home) maka disiplin berada di rumah. Jangan melakukan pergerakan yang tidak penting sehingga tujuan Gage pada saya pandemi adalah sebagai instrumen kebijakan pembatasan pergerakan orang," tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini