Hadi Pranoto Laporkan Muannas Terkait Pencemaran Nama Baik

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 07 Agustus 2020 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 338 2258466 hadi-pranoto-laporkan-muannas-terkait-pencemaran-nama-baik-vmmCOOjbtd.jpg Hadi Pranoto dan Anji. (Foto : tangkapan layar Youtube)

JAKARTA – Tim kuasa hukum Hadi Pranoto melaporkan Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya. Laporan ini dilakukan lantaran Muannas dianggap telah melakukan pencemaran nama baik.

"Kami di sini mewakili Pak Hadi Pranoto membuat laporan polisi terkait pencemaran nama baik yang dibuat saudara MA," kata kuasa hukum Hadi Pranoto, Angga Busra Lesmana, di Polda Metro Jaya, Jumat (7/8/2020).

Laporan itu sudah teregistrasi di Polda Metro Jaya dengan nomor polisi LP/4648/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, Tanggal: 6 Agustus 2020.

Bursa mengklaim, laporan terbut bukanlah laporan balik atas laporan yang sebelumnya dilakukan Muannas Alaidid terkait dugaan obat herbal Covid-19 yang dinilai hoaks, melainkan karena Muannas dianggap telah menyebarkan kabar bohong saat memberikan penjelasan kepada publik tentang Hadi Pranoto.

"Bukan laporan balik, tapi saudara MA (Muannas Alaidid) kita ketahui ada melakukan perbuatan pidana juga, yaitu ketika kemarin press conference di sini (Polda Metro Jaya)," ujarnya.

"Yang pertama bahwa MA menyebutkan klien kita adalah profesor. Padahal klien kita tidak pernah menyebutkan dirinya dia profesor," ucap Busra.

Kemudian kedua, MA juga menyebut bahwa Hadi Pranoto memiliki sebuah teknologi. Ia juga disebut tidak percaya dengan hasil rapid dan swab test.

"Klien kami tidak pernah menyebutkan bahwa dia tidak percaya dengan swab, atau tes rapid, enggak, itu enggak pernah. Itu yang kita laporkan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama Kuasa hukum Hadi Pranoto lainnya Muhammad Nur Aris mengatakan dalam laporan tersebut pihaknya telah membawa sejumlah barang bukti rekaman video MA yang menyatakan hal tersebut.

"Di antaranya rekaman video, yang kita lihat itu ada di sosial medianya yang bersangkutan. Itu kalau kita lihat dari rekaman video tersebut itu adalah pada saat yang bersangkutan selesai membuat laporan di Polda Metro, itu sekitar tanggal 3 (Agustus) kalo tidak salah. Lalu juga screenshot video yang ada di Instagram, sosial media," tuturnya.

Sebelumnya, musikus sekaligus Youtuber, Anji serta Hadi Pranoto dilaporkan ke polisi karena diduga menyebarkan hoaks di media sosial. Laporan itu dibuat oleh Ketum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid di Polda Metro Jaya.

Menurutnya, konten yang ditayangkan di channel YouTube Anji pada Sabtu, 1 Agustus, menuai banyak pertentangan. Bahkan, pernyataan narasumber di channel tersebut ditentang akademisi, ilmuwan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, hingga masyarakat.

"Persoalannya pernyataan yang disampaikan si profesor itu ditentang, pertama tentang swab dan rapid test. Dikatakan dia punya metode dan uji yang jauh lebih efektif, yakni digital teknologi dengan biaya hanya Rp10-20 ribu," kata Muannas.

Adapun kasus itu dilaporkan ke polisi dengan nomor LP/4538/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, tanggal 3 Agustus 2020.

Baca Juga : Anji dan Hadi Pranoto Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penyebaran Hoaks

Terlapor disangkakan melanggar Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jo Pasal 45a Undang-Undang RI Nomor 19 tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Baca Juga : Terkait Dugaan Penyebaran Hoaks Musisi Anji, Polisi Panggil IDI

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini