Penjelasan Dinkes DKI soal Melonjaknya Kasus Covid-19

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 07 Agustus 2020 19:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 338 2258744 penjelasan-dinkes-dki-soal-melonjaknya-kasus-covid-19-hcJ9Gl4Jqo.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Weningtyas Purnomorini menjelaskan soal melonjaknya kasus Covid-19 di Ibu Kota.

DKI mencatat 658 kasus Covid-19 baru pada hari ini, Jumat (7/8/2020). Pemprov DKI Jakarta juga terus memasifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi/perawatan secara tepat. Sehingga, memperkecil potensi penularan Covid-19.

"Pemprov DKI Jakarta melakukan tes PCR sebanyak 7.069 spesimen. (Sebanyak) 6.061 di antaranya untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 658 positif dan 5.403 negatif," kata Weningtyas dalam keterangannya.

Baca Juga:  Kantor Jadi Klaster, Satgas Covid-19: Kalau Sakit Rawat Segera!

Ia menjelaskan, dari 658 kasus positif tersebut, 98 adalah akumulasi data dari hari sebelumnya yang baru dilaporkan. Untuk jumlah tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 41.914. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 43.330 orang.

"WHO telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk per Minggu. Berdasarkan WHO, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang (bukan spesimen) per minggu, atau 1.521 orang per hari. Saat ini, jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan adalah 4X lipat standar WHO," imbuhnya.

Menurut dua, kondisi wabah di sebuah daerah hanya bisa diketahui melalui testing. Strategi tes-lacak-isolasi sangat penting dilakukan dalam penanganan wabah.

"Jumlah tes yang tidak memenuhi standar WHO berakibat makin banyak kasus positif yang tidak terlacak. Jakarta telah memenuhi standar itu, bahkan melebihinya," tuturnya.

Tes PCR di Jakarta dilakukan melalui kolaborasi 54 laboratorium pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN, dan swasta. Pemprov DKI Jakarta juga memberikan dukungan biaya tes kepada Laboratorium BUMN dan swasta yang ikut berjejaring bersama dalam pemeriksaan sampel program.

Sementara itu, penambahan kasus positif pada hari ini sebanyak 658 kasus. Adapun sebanyak 8.398 kasus orang yang masih dirawat/isolasi.

Baca Juga:  Cegah Penularan Corona di Perkantoran, Satgas Covid-19 Harap Pekerja Saling Toleransi

Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta pada hari ini sebanyak 24.521 kasus. Dari jumlah tersebut, 15.201 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 922 orang meninggal dunia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini