Kasasi Ditolak MA, Bos First Travel Ajukan PK ke PN Depok

Wahyu Muntinanto, Okezone · Selasa 11 Agustus 2020 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 338 2260351 kasasi-ditolak-ma-bos-first-travel-ajukan-pk-ke-pn-depok-zOeVlHpXMU.jpg Kuasa hukum bos First Travel datangi PN Depok (Foto: Okezone/Wahyu)

DEPOK - Bos First Travel Andika Surrachman mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terkait kasus penipuan dan penyitaan seluruh aset agen perjalanan umrah dan haji ke Pengadilan Depok, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa (11/8/2020).

Boris Tampubolon selaku Kuasa Hukum First Travel mengatakan bahwa Pengajuan PK yang dilakukan oleh pihaknya lantaran telah memiliki sejumlah bukti baru, namun ia enggan merinci bukti-bukti tersebut.

"Bukti yang kita punya ini itu arahanya bahwa sebenarnya ini arahnya perdata. Hubungan perdata antara jemaah dengan pihak First Travel. Yang kita sayangkan masalah ini kan dibawa ke jalur pidana. Padahal aturaan hukum bilang kalau masalah perdata itu ya selesaikan secara perdata," kata Boris di PN Depok, Selasa (11/8/2020).

Terkait penyitaan aset terdakwa, Dia menyebut, negara dalam hal ini lembaga Yudikatif seakan tidak memberikan rasa keadilan saat memutus perkara First Travel. Dikarenakan pihak calon jamaah dan pihak First Travel sudah berdamai.

"Sudah ada sebenarnya kesepakatan perdamaian dalam putusan itu yang memenuhi rasa keadlian korban yang diminta oleh korban bahwa mereka ingin berangkat bahwa mereka ingin uangnya dikembalikan. Itu sudah disetujui dan sudah diputus oleh pengadiln pedata waktu itu. Oke. Damai. Sepakat," ucapnya.

Baca Juga: Tak Terima Asetnya Dirampas Negara, First Travel Melawan Melalui Kasasi ke MA

Boris menuturkan nantinya saat persidangan pihak Tim Kuasa Hukum First Travel akan menghadirkan saksi ahli Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Yunus Husein. Menyoal jadwal persidangan, dia menyebut jadwal persidangan baru akan keluar paling lama 2 pekan kedepan.

"Ahli yang akan dipergunakan dalam perkara ini nanti Pak Yunus Husein. Beliau adalah penyusun UU TPPU juga Ahli TPPU," tandasnya.

Seperti diketahu, Pengadilan Negeri Depok sebelumya telah memvonis bersalah tiga bos First Travel, Andika Surrachman, Aniessa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan. Ketiganya divonis dan dinyatakan melakukan penipuan dan menggelapkan uang 63.310 calon jemaah umrah First Travel, dengan total kerugian mencapai Rp 905 miliar.

Namun, PN Depok menyatakan aset First Travel dirampas negara bukan dikembalikan kepada jemaah yang jadi korban. Hal ini menurut pengadilan sesuai ketentuan Pasal 39 jo Pasal 46 jo Pasal 194 KUHP.

Kemudian di tingkat kasasi pada tanggal 31 Januari 2019 lalu, Mahkamah Agung juga memutuskan hal yang sama melalui Putusan Nomor 3096K/PID.SUS/2018.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini