Ini Langkah Pemkot Terkait Bangunan di Bawah Tanah Stasiun Bekasi

Wisnu Yusep, Okezone · Selasa 11 Agustus 2020 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 338 2260371 ini-langkah-pemkot-terkait-bangunan-di-bawah-tanah-stasiun-bekasi-qROMARHCis.jpg Bangunan bersejarah di bawah tanah Stasiun Bekasi (Foto : Istimewa)

BEKASI – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menduga penemuan sejumlah bangunan di bawah tanah Stasiun Kota Bekasi merupakan peninggalan sejarah zaman penjajahan Jepang.

"Kita takut situs itu bersejarah. Makanya kita bikin surat ke lembaga-lembaga cagar budaya, supaya kita tidak disalahkan," kata pria yang disapa Pepen itu kepada wartawan, Selasa (11/8/2020).

Pasalnya, kata Pepen, bila dilihat dari kontur bangunan yang ditemukan itu mirip seperti bangunan bawah tanah.

"Karena bentuknya (seperti lorong), belum lihat? Saya sudah. Kalau kita lihat itu ya, minimal bangunan bawah tanah," kata politikus Golkar itu.

Seperti contoh museum di DKI Jakarta, batu bata yang ditemukan di Stasiun Kota Bekasi memiliki panjang sekitar 30 centimeter, ketinggian 5 centimeter dan lebar sekitar 8 sampai 9 centimeter.

"Artinya itu sudah bata modern, nah hanya bentuk gini dulu bentuk saluran. Tapi kalau itu saluran gak mungkin, karena kalau (itu) saluran masuk ke kali Bekasi. Tapi (saya kira) seperti bangunan mungkin jaman Jepang," kata Pepen.

Terlebih, ketika itu banyak tentara Jepang yang dibantai di dekat benda dan batu bata yang ditemukan tersebut.

"(Kalau) dulu zaman Jepang banyak dipotongin (dibantai di Kali Bekasi). Bisa saja itu bekas markas Jepang. Besar kemungkinan, tapi sejarah yang menentukan," ungkap dia

Baca Juga : Coba Melarikan Diri, Kurir Narkoba Ditembak Petugas

Baca Juga : Curi Motor Ojol, Pecatan TNI Jadi Bulan-Bulanan Massa

Pepen khawatir benda dan bangunan yang ditemukan di bawah pembangunan revitalisasi Stasiun Kota Bekasi merupakan tempat situs barang bersejarah. Karenaya, pihaknya bersurat kepada cagar budaya.

"Nah kalau gak ada? Ini kan ada program pembanguan stasiun DDT, yang penting itu dievaluasi, dicek nilai-nilai. Tapi jangan mengganggu program pembangunan, makanya kita kirim buru-buru, biar cepat diantisipasi," beber dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini