Pak RT Tak Tahu Warganya Jadi Dokter Gigi Gadungan

Wisnu Yusep, Okezone · Selasa 11 Agustus 2020 18:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 338 2260605 pak-rt-tak-tahu-warganya-jadi-dokter-gigi-gadungan-rkatI8yTr3.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

BEKASI — Ketua RT03, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Danang tak pernah menyangka, warganya berinisial ADS terkena masalah karena praktik dokter gigi gadungan.

"Enggak nyangka juga, karena kalau setahu saya dia itu memang lulusan SMK kesehatan. Dia memang punya latar belakang di bidang kesehatan," kata Danang ketika ditemui di kediamannya, Selasa (11/8/2020) petang.

Sementara sang ibu, kata dia, merupakan pedagang dan di rumahnya kerap banyak ojek online yang mengambil pesanan. "Ibunya usaha dagang, banyak ojek online di situ," kata dia sambil menunjuk rumah ADS, yang hanya beberapa meter saja dari rumahnya.

Dia mengaku baru tahu, bila ADS membuka praktik di rumahnya berdasarkan salah satu media sosial. Media sosial itu membuka atau menjelaskan perihal praktik bodong yang ditekuni ADS. "Saya malah tahunya dari media youtube," kata dia.

Padahal dirinya kerap memergoki, kediaman ADS selalu dipenuhi oleh orang-orang. "Sering, tapi gak tau juga, karena ibunya kan jualan di rumah," jelas dia.

Ketika pihak kepolisian melakukan penggerebakan, dirinya pun mengaku terkejut. Pasalnya, itu tadi, dirinya tidak mengetahui perihal praktik yang dilakukan ADS.

"Tahunya banyak yang dateng, selentingan sih kan memang bapaknya itu matri. Anaknya keduanya di kesehatan, bapaknya dulu tahun 2004 (meninggal)," beber dia.

Sebagai ketua RT, dirinya sangat menyayangkan peristiwa tersebut. "Saya sebagai ketua RT tentu sangat menyayangkan," ungkap dia.

Baca Juga : Tanggapan Walikota Malang soal Viral Video Penciuman Jenazah Covid-19

Baca Juga : Cabut Gigi Geraham Tanpa Prosedur, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi

Seorang dokter gigi gadungan berinisial ADS, ditangkap oleh jajaran Polda Metro Jaya. ADS diketahui telah membuka klinik gigi di Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

ADS ditangkap setelah salah satu korban melaporkan ke pihak kepolisian, karena mencabut gigi geraham tanpa prosedur retrogen seperti praktik pada umumnya.

Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan penyelidikandan dan menyamar sebagai pasien pad 4 Agustus 2020. Ternyata ADS bukan dokter gigi. Setelah mengetahui hal tersebut, pihak kepolisian melakukan penangkapan terhadap ADS.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini