Epidemiolog Tegaskan Ganjil-Genap Tak Efektif Turunkan Kasus Covid-19

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 12 Agustus 2020 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 338 2260741 epidemiolog-tegaskan-ganjil-genap-tak-efektif-turunkan-kasus-covid-19-XVllry0W0D.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Kepala Departemen Epidemiologi FKM UI, Tri Yunis Miko Wahyono menegaskan, bahwa penerapan aturan ganjil-genap untuk kendaraan mobil tidak efektif dalam menurunkan angka kasus penularan Covid-19 di Ibu Kota.

"Ganjil-genap itu efektif untuk penurunan jumlah kendaraan tetapi kalau pindah ke angkutan umum jadi sulit (menurunkan kasus penularan Covid-19)," kata Miko saat dihubungi Okezone, Rabu (12/8/2020).

Miko menambahkan, kebijakan ganjil-genap akan menyulitkan untuk mengendalikan wabah corona setelah warga berpindah ke angkutan umum dari angkutan pribadi.

Menurut dia, kebijakan ganjil-genap tidak tepat sasaran diterapkan di 25 ruas jalan protokol Ibu Kota.

 Ganjil genap

"Jadi sebenarnya evaluasi dulu pada kasus-kasus di DKI. Kalau memang dari kendaraan pribadi (banyak penularan Covid-19) dari hasil evaluasi ya silakan ganjil-genap. Tapi kalau kendaraan umum akan menambah (kasus Covid-19)," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Syafrin Liputo membeberkan hasil evaluasi penerapan kebijakan ganjil-genap untuk kendaraan mobil dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase I.

Hasil evaluasi ini diambil dari 3-7 Agustus 2020 di 25 ruas jalanan protokol Ibu Kota.

"Volume lalu lintas mengalami penurunan antara 2,47 persen sampai 4,63 persen," kata Syafrin dalam keterangannya.

Syafrin menerangkan, kecepatan lalu lintas mengalami peningkatan antara 1,36% sampai dengan 16,36% setelah adanya pemberlakuan ganjil-genap untuk kendaraan mobil tersebut.

"Jumlah penumpang angkutan umum Transjakarta, MRT, LRT, KRL, Ka Bandara mengalami peningkatan antara 0,64 persen sampai 6,25 persen," jelasnya.

Syafrin juga menyampaikan hasil penindakan penilangan yang berlangsung pada 10 Agustus 2020 kemarin. Sebanyak 619 mobil ditilang manual lantaran melanggar ganjil-genap. Kemudian, 443 kendaraan mobil mendapat penindakan tilang elektronik.

"Jadi total ada 1062 penindakan," simpulnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini