Pasca-Kebakaran di Tambora, Warga Beramai-ramai Mengais Puing Bangunan

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Rabu 12 Agustus 2020 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 338 2261005 pasca-kebakaran-di-tambora-warga-beramai-ramai-mengais-puing-bangunan-fLV1AvXqAB.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Ratusan bangunan terdiri dari kios dan rumah terbakar hebat saat api melahap kawasan Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Selasa 11 Agustus 2020. Usai kebakaran, sejumlah warga mulai memulung sejumlah barang di puing bangunannya yang terbakar.

Pantauan di lokasi Pukul 10.00 WIB, warga terlihat sedang mengais-ngais sisa puing kebakaran dari rumah mereka. Lokasi kebakaran ini hanya berjarak sekira 50 meter dari Stasiun Duri.

Dengan membawa serta karung, mereka mulai memunguti beberapa benda berharga. Beberapa kayu yang tak terbakar mulai dikumpulkan dan ditumpuk dekat lokasi kebakaran.

“Lumayan mas untuk bangun lagi,” kata Tato (37), warga sekitar lokasi, Rabu (12/8/2020).

Baca Juga: 250 Kios dan 974 Jiwa Terdampak Kebakaran di Tambora

Sebelumnya, kebakaran hebat kembali melanda kawasan Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Selasa 11 Agustus 2020 malam. Akibat kejadian ini, 974 jiwa warga di empat RT terpaksa harus mengungsi.

Tato tak menyangka kebakaran hebat melanda kawasannya semalam tadi. Ia mengakui kala itu dirinya baru mau tidur, dengan sigap, ia kemudian menyelamatkan anak istrinya. Surat-surat berharga harus rela terbakar.

Lurah Duri Selatan, M. Ghufri menerangkan, berdasarkan data sementara ada 113 rumah di tiga RT yang terbakar dan puluhan kios di Pasar Pos Duri yang berada berhimpitan di permukiman padat penduduk itu.

"Data sementara baru 113 rumah dari sekitar 250 KK dengan 685 jiwa. Kebakaran ini ada di tiga RT, yakni RT 01, 02 dan 03 di RW 5 itu yabg permukiman, tapi ada juga di RT 10, itu yang pasar. Untuk pasar lokasi pastinya belum ada, tapi perkiraan ada 25-30 kios yang terbakar," kata Ghufri di lokasi.

Baca Juga:  Kebakaran Tambora, Tenda Pengungsian Sementara Didirikan di Jalanan

Ghufri mengatakan, untuk sementara para korban kebakaran itu diungsikan di empat lokasi, yakni aula Kelurahan Duri Selatan, rumah dinas lurah, Sekolah Damai dan ada juga di wilayah Duri Utara yakni di Sekolah Pelita.

Sementara itu, hingga kini masih belum bisa diketahui penyebab pasti dari kebakaran di permukiman padat penduduk ini. "Kalau di masyarakat katanya listrik. Tapi ada juga saksi mata yang bilang ini kompor meleduk. Jadi, masih belum pasti, kita tunggu dari polisi," kata Ghufri.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini