Sepekan Terakhir, Positivity Rate Covid-19 di DKI Meningkat Jadi 8,7%

Bima Setiyadi, Koran SI · Kamis 13 Agustus 2020 21:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 338 2261909 sepekan-terakhir-positivity-rate-covid-19-di-dki-meningkat-jadi-8-7-E1jGKvZU8V.jpg Ilustrasi. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Tingkat temuan kasus positif baru atau positivity rate di DKI Jakarta cenderung meningkat selama sepekan terakhir, yaitu di angka 8,7%. Adapun standar positivity rate dari WHO untuk dinyatakan aman dan terkendali adalah 5%.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, meski sepekan terakhir positivity rate meningkat 8,7%, tetapi jika diakumulasikan sejak awal, positivity rate DKI Jakarta berada di angka 5,7%. Pemprov DKI Jakarta akan berusaha menekan positivity rate dengan tetap meningkatkan kapasitas testing untuk memutus mata rantai penularan, sehingga masyarakat yang terkonfirmasi positif apalagi yang tanpa gejala dapat segera mengisolasi diri dan bisa mencegah penularan lebih lanjut.

Dia berharap fasilitas kesehatan khususnya di rumah sakit sebagai benteng pertahanan terakhir dapat bertahan dalam perjuangan menghadapi pandemi Covid-19 di Jakarta.

Selama 2 pekan terakhir, kata Anies, terjadi tren peningkatan ruang isolasi dan ICU di Jakarta. Dari 4.456 tempat tidur isolasi, 65% sudah terisi saat ini. Begitupun dengan ruang ICU yang telah disiapkan 483 tempat tidur, kini 67% sudah terisi dengan pasien terkonfirmasi Covid-19. Angka itu semuanya bergerak dalam satu bulan dari kisaran 40-50 persen pada Juli. Tren peningkatan ini perlu ditangani bersama, tidak hanya oleh pemerintah. Rumah sakit, klinik, puskesmas, lab, dan berbagai fasilitas kesehatan lainnya bukan sekadar fasilitas bangunan benda mati. Di dalamnya ada tenaga kesehatan yang saat ini merasakan beban yang tidak sederhana.

"Mari kita meringankan beban mereka semua dengan bersama-sama menerapkan protokol kesehatan dan saling mengingatkan untuk mengenakan masker, mencuci tangan dengan rutin, dan menjaga jarak. Jangan ragu dan takut untuk saling mengingatkan," kata Anies dalam siaran tertulisnya, Kamis (13/8/2020)

Anies memaparkan, jumlah terkonfirmasi positif bertambah sebanyak 621 kasus baru sehingga total akumulasi kasus positif di DKI Jakarta menjadi 27.863. Adapun kasus aktif di DKI Jakarta atau pasien yang sedang menjalani perawatan di RS maupun isolasi mandiri, saat ini bertambah 119, sehingga total kasus aktif menjadi 9.044 orang.

"Alhamdulillah masyarakat yang telah dinyatakan sembuh di DKI Jakarta bertambah 489 orang, sehingga total secara kumulatif mencapai 17.838. Dengan kata lain, 64% dari kasus konfirmasi positif di DKI Jakarta telah kembali beraktivitas. Adapun kasus terkonfirmasi positif yang meninggal dunia bertambah 13 orang, sehingga total menjadi 981 orang. Berdasarkan data itu, tingkat kematian Jakarta sebesar 3,5% dan masih di bawah nasional yaitu 4,5%," tuturnya.

Selanjutnya, Gubernur Anies menerangkan perkembangan kapasitas tes PCR di DKI Jakarta yang menerapkan standar WHO, yaitu bagi OTG atau Orang Tanpa Gejala yang terkonfirmasi positif Covid-19 hanya perlu isolasi diri dalam masa inkubasi tanpa perlu dites ulang. Adapun pasien dengan gejala apalagi yang butuh perawatan khusus di RS atau ICU, merekalah yang nantinya butuh dites ulang.

Baca Juga : Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi hingga 27 Agustus 2020

"Kami di DKI Jakarta melaksanakan standar WHO tersebut. Dari jumlah tes sebanyak 6.087 per hari ini, sebanyak 5.049 spesiemen atau 82% yang dites PCR hari ini adalah untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 621 positif dan 4.428 negatif. Artinya, mayoritas kapasitas testing kita digunakan untuk active case finding, mencari orang yang tidak pernah dites sebelumnya," tuturnya.

Baca Juga : PSBB Transisi Diperpanjang, CFD dan Lomba HUT Ke-75 RI di Jakarta Ditiadakan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini