Dinkes DKI : Jumlah Tes PCR di Jakarta 4 Kali Lipat dari WHO

Fahreza Rizky, Okezone · Sabtu 15 Agustus 2020 18:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 15 338 2262815 dinkes-dki-jumlah-tes-pcr-di-jakarta-4-kali-lipat-dari-who-HQl5IsyFvm.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, pihaknya telah melakukan tes PCR sebanyak 8.821 spesimen.

"Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 6.173 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 598 positif dan 5.575 negatif. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 46.884. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 42.117," ujarnya melalui siaran pers Pemprov DKI, Sabtu (15/8/2020).

Ia menjelaskan, WHO telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu. Berdasarkan WHO, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang per minggu, atau 1.521 orang per hari.

"Saat ini jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan adalah 4 kali lipat standar WHO," imbuhnya.

Tes PCR di Jakarta dilakukan melalui kolaborasi 54 Laboratorium Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, BUMN, dan swasta. Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan biaya tes kepada Laboratorium BUMN dan swasta yang ikut berjejaring bersama dalam pemeriksaan sampel program.

"Sementara itu, penambahan kasus positif pada hari ini sebanyak 598 kasus. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 9.071 (orang yang masih dirawat / isolasi)," jelas dia.

Baca Juga : Obat Corona dari Unair Diklaim 98% Efektif Lawan Covid-19 

Baca Juga : Ketika Mahasiswi Coba Menyogok Dosen Agar Nilai "E" Bisa Lulus

Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 29.036 kasus. Dari jumlah tersebut, 18.974 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 65,3%, dan 991 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 3,4%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 4,4%.

"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 8,6%, sedangkan Indonesia sebesar 15,7%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini