Cerita Wisatawan Tahan Buang Air 7 Jam saat Terjebak Macet di Jalur Puncak

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Minggu 16 Agustus 2020 21:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 16 338 2263167 cerita-wisatawan-tahan-buang-air-7-jam-saat-terjebak-macet-di-jalur-puncak-qXPq1cZ31g.jpg Jalur Puncak macet (Foto: Okezone/Putra)

BOGOR - Kondisi arus lalulintas di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor malam ini terpantau masih mengalami kepadatan. Polisi masih memberlakukan sistem oneway dari Puncak menuju Jakarta.

Salah satu pengendara mobil, Susianti (35) mengaku dirinya sudah terjebak kemacetan parah di kawasan Riung Gunung sejak pukul 12.00 WIB. Arus kendaraan dari arah Puncak menuju Jakarta tidak bergerak.

"Dari Telaga Saat mau turun (arah Jakarta) tapi masih kejebak macet parah ini dari jam 12 siang tadi. Ini masih di pinus (Riung Gunung)," kata Susianti, saat dihubungi Okezone, Minggu (16/8/2020).

Bahkan, wanita itu terpaksa menahan buang air kecil selama lebih dari 7 jam karena di lokasi kendaraannya berhenti jauh dari toilet umum. Tidak hanya itu, persediaan logistiknya pun sudah mulai menipis.

"Nahan (buang air kecil) ini," ungkapnya.

Hal senada dirasakan pengendara lain Dhika (28), yang juga masih terjebak kemacetan di Jalur Puncak. Saking jenuhnya, para pengendara mematikan mesin untuk menghemat bahan bakar dan lampu mobil.

"Macet parah. Masih stuck sampai sekarang," cetus Dhika.

Berdasarkan pantauan live kamera CCTV Jasamarga, hingga pukul 20.45 WIB arus kendaraan di Simpang Gadog masih diberlakukan satu arah menuju Jakarta. Sedangkan, kendaraan menuju arah Puncak sudah mengular panjang di Gerbang Keluar Tol Ciawi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini