Share

Pengungkapan Praktik Aborsi Berawal dari Kasus Pembunuhan Bos Roti

Ari Sandita Murti, Sindonews · Selasa 18 Agustus 2020 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 338 2264052 pengungkapan-praktik-aborsi-berawal-dari-kasus-pembunuhan-bos-roti-b7bJuuG3qI.jpg ilustrasi: okezone

JAKARTA –Polda Metro Jaya membongkar kasus praktik aborsi ilegal di sebuah klinik kawasan Jalan Raden Saleh, Senen, Jakarta Pusat. Adapun pengungkapan kasus aborsi tersebut berdasarkan hasil pengembangan di kasus pembunuhan Bos Roti asal Taiwan, Hsu Ming-Hu di Bekasi beberapa waktu lalu.

(Baca juga: 5 Tahun Beroperasi, Klinik di Senen Layani 10 Ribu Lebih Pasien Aborsi)

"Kasus ini berawal dari informasi yang kita dapatkan dan kita ungkap dari kasus pembunuhan WN Taiwan. Tersangka S ini menggugurkan kandungannya di klinik tersebut," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus pada wartawan, Selasa (18/8/2020).

Yusri menjelaskan, S selaku otak pembunuhan Bos Roti, Hsu Ming-Hu memberikan uang sekitar Rp15 juta kepada korban untuk menggugurkan kandungannya. Pelaku lalu mengugurkan kandungannya itu di sebuah klinik di kawasan Jakarta Pusat. Mendapat laporan, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil membongkar praktik aborsi ilegal serta mengamankan 17 orang tersangka.

Sementara itu, Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat menambahkan, dalam kasus ini tersangka S bisa dikenakan pasal baru karena S kedapatan menggugurkan kandungannya secara ilegal.

Sementara, polisi juga masih mendalami lebih lanjut tentang klinik tersebut mengingat klinik itu memiliki izin resmi dan praktik aborsi itu dilakukan secara diam-diam.

"Terhadap S bisa dikenakan pasal pengguguran aborsi. Pertama dikenakan pasal yang dilakukan 340 ke WNA dan didapatkan data seperti ini kepada yang bersangkutan dapat dikenakan ke pasal aborsi ke yang bersangkutan," tegasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini