Malam Tahun Baru Islam, Ratusan Warga Bekasi Gelar Pawai Obor

Wisnu Yusep, Okezone · Rabu 19 Agustus 2020 20:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 338 2264723 malam-tahun-baru-islam-ratusan-warga-bekasi-gelar-pawai-obor-ohLN7tY4ou.jpg Warga Bekasi saat pawai obor di jalan raya (foto: Okezone.com/Wisnu)

BEKASI – Masyarakat Kota Bekasi tetap menyelenggarakan kegiatan pawai obor, meski Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah mengeluarkan surat edaran mengenai larangan pawai obor dalam menyambut perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriyah.

Pantauan Okezone di sejumlah lokasi terlihat warga antusias mengikuti pawai obor. Pawai obor yang diselenggarakan itu mendominasi diikuti anak-anak.

 Baca juga: Polisi Imbau Masyarakat Tak Gelar Pawai Obor di Malam Tahun Baru Islam 

Seperti di sepanjang Jalan Raya Pejuang, Bekasi Barat, ibu-ibu dan anak-anak terlihat membawa obor, sambil diiringi shalawat Nabi. Mereka terlihat antusias mengikuti pawai obor tersebut.

 Pawai Obor

Begitu juga di Jalan Bintara VI, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi masyarakat juga terlihat antusias mengikuti pawai obor tersebut. Sebagian ada yang menyemburkan api dan melantunkan shalawatan.

 Baca juga: Warga Bekasi Dilarang Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam 1442 Hijriah

Kemudian di Perumahan Permata Hijau, Kaliabang Bekasi Utara. Warga di wilayah tersebut mengikuti kegiatan pawai obor tersebut. Terlihat sebagian tidak ada yang menggunakan masker.

Diketahui, Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan surat edaran tentang panduan pelaksanaan kegiatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriyah untuk disosialisaikan semua pihak guna memutus mata rantai Penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi.

Surat edaran nomor 451/5233/SETDA-Kessos /VIII/2020 ditandatangani Wali Kota Bekasi pada 19 Agustus 2020 ditujukan kepada Para Kepala OPD, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, Ketua MUI Kota Bekasi, Ketua DMI Kota Bekasi, Ketua PCNU Kota Bekasi, PD Muhammadiyah, Para Tokoh Masyarakat dan Pemuka Agama Islam Se-Kota Bekasi.

Tahun baru Islam 1442 Hijriah 1 Muharam 1442 Hijriyah bertepatan pada Kamis, 20 Agustus 2020 dan pemerintah telah menetapkannya menjadi hari libur nasional.

Dalam surat edaran ini, mengimbau agar tidak menyelenggarakan atau melaksanakan kegiatan yang dapat mengumpulkan masyarakat umum yang dapat berpotensi menimbulkan Cluster baru penyebaran Covid-19.

Mengedepankan protokol kesehatan dan mengimbau untuk tidak melibatkan anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19.

Surat edaran ini juga untuk disampaikan dan disosialisaikan kepada seluruh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan Mushola serta kaum muslimin/muslimat warga Kota Bekasi agar turut berpartisipasi dalam pencegahan dan percepatan penanggulangan Covid-19.

Isi surat edaran sebagai berikut:

A. Penyelenggaraan kegiatan kepada masyarakat umum tentang anjuran protokol kesehatan yang meliputi:

1) Tidak menyelenggarakan atau melaksanakan kegiatan yang dapat mengumpulkan masyarakat umum yang dapat berpontensi menimbulkan Cluster baru penyebaran Covid-19.

2) Masyarakat yang berkumpul dalam kondisi sehat;

3) Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama beraktivitas di luar rumah;

4) Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer; Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan;

6) Menjaga jarak antar masyarkat minimal 1 (satu) meter;

7) Menghimbau untuk tidak melibatkan anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berisiko tinggi terhadap Covid-19.

B. Penyelenggaraan kegiatan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Penerapan jaga jarak fisik (Physical distancing), meliputi:

1) Penyelenggaraan kegiatan dilakukan di tempat yang memungkinkan penerapan jarak fisik;

2) Penyelenggara kegiatan mengatur kepadatan di lokasi kegiatan, hanya dihadiri oleh panitia, pihak penyelenggara yang bertugas dan pihak yang berwenang serta tidak dihadiri oleh masyarakat umum/jama’ah.

b. Penerapan kebersihan tempat kegiatan meliputi:

1) Melakukan pembersihan tempat prosesi acara dan disinfeksi sebelum dan sesudah pelaksanaan;

2) Menerapkan sistem jaga jarak satu orang dengan orang lain.

3) Tersedianya sarana dan prasarana pendukung dalam protokol kesehatan.

c. Tidak menyelenggarakan kegiatan berupa Pawai Obor, Tabligh Akbar dan Santunan Yatim yang dapat mendatangkan kerumunan masa;

d. Penyelenggaraan kegiatan Santunan Yatim sebaiknya dilakukan secara simbolis atau dikirim langsung oleh pihak panitia dan penyelenggara kegiatan;

e. Diharapkan dalam mengisi kegiatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah agar;

1) Memperbanyak Dzikir dan Do’a untuk kesehatan pasien dan keselamatan bangsa dan warga negara Indonesia dari musibah Pandemi Covid-19.

2) Do’a akhir tahun dilaksanakan sebelum sholat Maghrib dan Do’a awal tahun dilaksanakan sesudah sholat Maghrib.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini