Sediakan PSK Sistem Voucher, Izin Tempat Karaoke & Spa di BSD Terancam Dicabut

Hasan Kurniawan, Okezone · Kamis 20 Agustus 2020 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 20 338 2264969 sediakan-psk-sistem-voucher-izin-tempat-karaoke-spa-di-bsd-terancam-dicabut-FICLiFaZ2L.jpg Bareskrim Polri saat menggerebek salah satu tempat karaoke di BSD (foto: Dok Polri)

TANGERANG - Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Dadang Sofyan mengaku geram dengan beroperasinya salah satu tempat karaoke dan spa di kawasan BSD, Jalan Lengkong Gudang, Serpong, Tangerang Selatan, itu.

Menurutnya, selama masa perpanjangan PSBB ke-8 ini semua tempat hiburan, karaoke, massage, dan pariwisata di Kota Tangsel masih belum diperbolehkan untuk beroperasi.

"Imbauannya baik secara langsung maupun melalui edaran, sudah disampaikan agar mempedomani aturan ketentuan dan tidak melanggar," kata Dadang, Kamis (20/8/2020).

 Baca juga: 47 LC yang Diangkut dari Tempat Karaoke BSD Akan Jalani Rapid Test

Tidak hanya itu, pihaknya pun sudah audiensi dengan para pengusaha tempat hiburan tersebut agar mematahui aturan yang tengah dijalankan, termasuk sanksi bagi pelanggar.

"Bahkan asosiasi usaha karaoke dan panti pijat sudah juga audiensi dengan kami di kantor Dispar. Kami tegaskan, bahwa usaha hiburan, karaoke, massage, dan wisata tirta pada masa PSBB sekarang belum diperbolehkan operasional," papar Dadang.

 Baca juga: Potret Wanita Seksi yang Diangkut Polisi dari Tempat Karaoke BSD

Dadang pun tidak mau main-main kepada para pengusaha nakal yang tetap menjalankan bisnisnya di tengah pandemi ini. Apalagi, sampai ada cluster baru Covid-19.

"Saya sampaikan kepada mereka, kalau tidak patuh, maka akan disanksi sesuai aturan ketentuan yang berlaku. Bahkan sampai pada pencabutan izin dan penutupan. Terkait sanksi, kita koordinasikan dengan OPD, sesuai dengan kewenangannya," ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tangsel Muchsin mengatakan, razia tersebut dilakukan oleh Mabes Polri dan pihaknya tak terlibat.

"Mabes Polri. Saya lagi di Bogor," tukasnya.

Diketahui, tempat hiburan untuk orang dewasa ini juga ternyata telah beroperasi sejak awal Juni 2020. Tempat ini juga diduga menjadi tempat prostitusi terselubung dengan menyediakan wanita diduga PSK sistem voucher Rp1,3 juta.

Sebelumnya, sebanyak 47 orang perempuan tersebut diamankan Unit 4/Satgas TPPO dan Unit 1/VC Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri bersama Pomdam Jaya. Para perempuan itu dipatok dengan tarif mulai dari Rp1,1 juta hingga Rp1,3 juta per voucher. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi juga menangkap 14 orang lain mulai dari manajer hingga muncikari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini