Share

Polisi Periksa 47 LC dan 6 Pengurus Tempat Karaoke "Esek-esek" di BSD

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 20 Agustus 2020 23:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 20 338 2265172 polisi-periksa-47-lc-dan-6-pengurus-tempat-karaoke-esek-esek-di-bsd-Sb0v1eAT6z.jpg Bareskrim Polri menggerebek tempat karaoke dan spa di Serpong, Tangerang Selatan (Foto: Doc Polri/ Muhamad Rizky)

JAKARTA - Polisi memeriksa 53 orang dalam penggerebekan tempat karaoke di BSD, Tangerang Selatan (Tangsel). Selain memeriksa 47 pemandu lagu, polisi juga periksa 6 orang pengurus karaoke.

"Sejauh ini kami masih mendalami para saksi-saksi yang kita amankan di lokasi. Dan kita cukup banyak saksi yang diperiksa," kata Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri Kombes Pol Dicky Patria Negara di Bareskrim Polri, Kamis (20/8/2020).

Dia menjelaskan, semua orang yang ikut diciduk dalam penggerebekan tersebut diperiksa. Total ada 53 orang 6 di antaranya pengurus di karaoke tersebut. "Tadi malam kita amankan lebih kurang 53 orang. 47 dari pemandu lagu dan 6 orang pengurusnya," jelasnya.

Baca Juga: Potret Wanita Seksi yang Diangkut Polisi dari Tempat Karaoke BSD 

Petugas Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri bersama Pomdam Jaya menggerebek Venesia BSD pada Rabu 19 Agustus 2020. Tempat ini diduga menjalankan praktik prostitusi berkedok karaoke.

Dalam penggerebekan itu 7 orang muncikari ditangkap. Selain itu, juga diamankan general manager, operational manager, supervisor, dan 3 kasir. Polisi juga membawa 47 perempuan yang dipekerjakan di tempat itu untuk dimintai keterangan.

Dalam penyelidikan diketahui tempat karaoke ini menyediakan layanan seksual dengan tarif Rp1,1 juta hingga Rp1,3 juta. Para perempuan penghibur berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Baca Juga:  Polisi Sebut Tempat Karaoke di BSD Layani Jasa Esek Esek Tarif Jutaan Rupiah

Sejumlah barang bukti diamankan dalam penggerebekan ini, antara lain kuitansi, komputer,printer dan mesin EDC. “Ada juga 12 kotak alat kontrasepsi (kondom) dan 14 baju kimono Jepang sebagai kostum pekerja,” kata Dirtipidum Mabes Polri Ferdy Sambo.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini