Siksa Bayinya, Ibu di Cengkareng Kerap Bertingkah Aneh

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Jum'at 21 Agustus 2020 12:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 21 338 2265301 siksa-bayinya-ibu-di-cengkareng-kerap-bertingkah-aneh-wrKd19Y0WZ.jpg Polisi berupaya evakuasi ibu yang diduga aniaya anaknya di Cengkareng. (Foto : iNews)

JAKARTA – Ketua RT 08 RW 05 Green Park Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Leni Sundari (40) mengaku bila pelaku kekerasan anak, Yulia, sejak awal mengalami depresi.

“Dia suka membiarkan anaknya terlantar,” kata Leni saat ditemui, Jumat (21/8/2020).

Sebelumnya, Petugas P3S Sudin Sosial Jakarta Barat mengamankan seorang wanita muda dari Apartemen Green Park View, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (19/8/2020). Kuat dugaan wanita itu alami gangguan jiwa.

Leni menjabarkan, jauh sebelum J bayi berusia 5 bulan itu lahir, bayi 5 bulan, J, lahir, Leni kerap kali melakukan perilaku tak wajar. Mulai dari bertelanjang dada di depan penghuni yang lain, hingga mandi tanpa selembar kain di kolam renang.

Kondisi itu, kata Yulia, kerap kali ditegur penghuni, petugas, hingga beberapa orang lainnya. Namun setelah ditegur, Leni makin kalap dan marah-marah.

Termasuk saat awal awal tinggal di Green Park View dua tahun lalu, Yulia kerap menelantarkan anak hasil perkawinannya dengan suaminya. Dia kerap kali meninggalkan anak itu sendiri di unit dan memilih pergi.

Oleh para penghuni, kata Leni, si anak kemudian diberi makan hingga akhirnya mantan suaminya mengetahui setelah dilaporkan oleh warga.

“Jadi saat pertama di sini ia bawa anak kedua hasil pernikahannya. Tapi di sini ia kerap menelantarkan sebelum akhirnya si anak dibawa mantan suaminya,” kata Leni.

Termasuk saat J lahir. Bayi berusia 5 bulan itu ditelantarkan hingga tak diberi ASI. Karena itu, warga datang merawatnya dan memberi susu formula.

Baca Juga : Diduga Alami Gangguan Jiwa, Mamah Muda Tega Siksa Bayinya

“Perilaku menyimpang lainnya, Yulia kerap masak dan ngecas handphone di lorong unit apartement. Saya pikir karena listrik dia mati. Dia kan enggak bayar sampai akhirnya diputus,” kata Leni.

Leni smengakui sempat melaporkan hal ini kepada sejumlah pihak mulai Dinsos, Lurah, dan Polsek, tapi belum direspons karena belum parah. Barulah saat menenggelamkan anaknya, semua pihak itu merespons dan mengamankan Yulia dari unitnya.

Baca Juga : Sediakan PSK saat Pandemi, Muncikari dan Manajemen Karaoke Terancam 15 Tahun Bui

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini