Kasus Ibu Tenggelamkan Bayi, KPAI Kecam Pengelola Apartemen

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Jum'at 21 Agustus 2020 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 21 338 2265467 kasus-ibu-tenggelamkan-bayi-kpai-kecam-pengelola-apartemen-TKkVkWC6N6.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Bukannya menolong dan merebut bayi, satpam Apartement Green Park malah diam dan melihat saat Y, 45, yang tengah menenggelamkan anaknya yang berusia lima bulan berinisial J, di kolam renang apartemen.

“Ada beberapa petugas keamanan yang terlihat, tapi mereka diam saja,” kata Ketua RT 08/05, Leni Sundari saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2020).

Sebelumnya, Petugas P3S Sudin Sosial Jakarta Barat mengamankan seorang wanita muda dari Apartement Green Park View, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu 19 Agustus 2020. Kuat dugaan wanita itu alami gangguan jiwa.

Padahal saat itu, kata Leni, warganya lah yang melaporkan hal itu kepada petugas keamanan saat Yulia asik menenggelamkan. Dari laporan warga, tiga petugas keamanan datang, mereka kemudian diam di pinggir kolam dan tak melakukan tindakan represif maupun menyelamatkan bayi.

Y kemudian membawa J ke unitnya dengan kondisi membiru, seperti nyaris tenggelam. Pertengkaran disertai adu mulut kemudian terjadi antara marketing dibantu penghuni dengan Y.

“Setelah itu barulah mereda,” kata Leni yang kemudian memperlihatkan video penenggelaman J oleh Y.

Menanggapi hal itu, Komisioner KPAI, Putu Elvira mengaku geram dengan sikap petugas keamanan. Dari tayangan video ia menjelaskan hal itu merupakan kelemahan masyarakat.

“Artinya masyarakat kurang tanggap untuk mengidentifikasi bahaya yang mengancam di sekitarnya,” ucapnya.

Semestinya, kata Putu, peristiwa itu tak terjadi bila masyarakat mengkesampingkan debat lapangan. Pertolangan harus dilakukan saat peristiwa itu terjadi.

Baca Juga : Tak Ada Perlakuan Istimewa di PDIP, Gibran Siap Push Up

Baca Juga : Siksa Bayinya, Ibu di Cengkareng Kerap Bertingkah Aneh

“Kecuali ada upaya dari si Ibu untuk mencegah orang-orang untuk membantu anak yang diceburkan ke kolam tersebut,” kata Putu yang menyayangkan hal itu terjadi.

Meski demikian, Putu berharap masyarakat bisa lebih peduli. Sebab berdasarkan fakta lapangan, semestinya anak itu takkan terluka parah bila masyarakat lebih peka.

“Nanti kita cek apakah ada pembiaran atau tidak,” tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini