Kecolongan Kasus Prostitusi di BSD, Kepala Satpol PP Tangsel Bakal Dipanggil

Hambali, Okezone · Sabtu 22 Agustus 2020 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 21 338 2265569 kecolongan-kasus-prostitusi-di-bsd-kepala-satpol-pp-tangsel-bakal-dipanggil-fq0LSuaVsH.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

TANGSEL - Penggerebekan lokasi hiburan Venesia Karaoke & Spa BSD di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), telah menyita perhatian masyarakat. Di sana terungkap, adanya praktik prostitusi kelas atas dan kejahatan perdagangan orang atau human trafficking.

Pelanggaran oleh tempat hiburan bukan kali itu saja terjadi, sebelumnya berkali-kali lokasi hiburan lain di wilayah Tangsel kedapatan menyediakan layanan prostitusi dengan tarif beragam. Modusnya pun berbeda-beda, transaksi dan eksekusi di tempat yang sama atau ada pula transaksi daring lalu eksekusinya di tempat berbeda.

Pemerintah kota nyaris tak berdaya jika berhadapan dengan bisnis hiburan malam yang ada. Razia sudah tak terhitung dilakukan, namun pelanggaran demi pelanggaran tetap saja diulangi. Jika tempat hiburan skala kecil, langsung disegel. Tetapi jika kelasnya eksekutif, sanksi pun melunak.

"Jika sampai Bareskrim Polri yang melakukan penggerebekan kemarin, ini menunjukkan ada yang salah dengan pencegahan dan pengawasan yang dilakukan oleh Satpol PP. Sehingga menjadi pertanyaan, selama ini Satpol PP ke mana," terang Ketua Fraksi Gerindra-PAN DPRD Kota Tangsel, Ahmad Syawqi, Jumat (21/8/2020).

 karaoke

Menurut dia, keberadaan Satpol-PP sebagai kepanjangan tangan pemerintahan Wali Kota Airin Rachmi Diany diperlukan guna mencegah terjadinya pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwal). Kata Syawqi, jangan sampai ada pihak atau oknum yang main mata untuk melindungi para pelanggar.

"Pemkot Tangsel seharusnya melakukan pengawasan yang ketat di tempat hiburan malam. Sebab tempat hiburan malam menjadi tempat yang berpotensi dan rentan terjadi tindakan pidana perdagangan orang," jelasnya.

 

Oleh karena itu, fraksinya akan meminta kepada Ketua DPRD Kota Tangsel segera mengevaluasi Tupoksi Satpol-PP selama ini. Hal demikian menjadi penting, agar tak ada kesan di tengah masyarakat bahwa penindakan Perda dan Perwal tebang pilih, khususnya bagi pelanggar bisnis hiburan malam.

"Kami akan minta evaluasi itu. Di sisi lain, kami menyampaikan terima kasih kepada Bareskrim Polri yang telah melakukan penggerebekan dan mengusut tuntas kasus tersebut," ucapnya.

Tim Bareskrim Polri menggerebek tempat karaoke Venesia yang diduga kuat melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus eksploitasi seksual.

Dalam penggerebekan Venesia Karaoke & Spa, polisi mengamankan 47 gadis seksi pemandu lagu serta 13 orang yang terdiri dari tujuh muncikari, tiga kasir, satu supervisor, satu manajer operasional, dan satu general manager.

Barang bukti yang disita dalam penggerebekan itu antara lain kwitansi dua bundel, satu bundel voucher ladies, uang Rp730 ribu yang merupakan biaya bookingan, tiga unit mesin EDC, 12 pack alat kontrasepsi, beberapa baju Kimono Jepang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini