Psikolog Menduga Ibu yang Siksa Anaknya Alami Baby Blues

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Sabtu 22 Agustus 2020 06:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 22 338 2265599 psikolog-menduga-ibu-yang-siksa-anaknya-alami-baby-blues-I5Qce7AJe6.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Psikolog Intan Erlita menilai, tingkah Yulia yang tega menyiksa anaknya berusia lima bulan di Apartemen Green Park View, Cengkareng, Jakarta Barat lantaran tengah menderita baby blues yang mengarah kepada depresi.

Baby blues merupakan gangguan suasana hati yang dialami oleh ibu setelah melahirkan. Kondisi ini menyebabkan ibu mudah sedih, lelah, lekas marah, menangis tanpa alasan yang jelas, mudah gelisah, dan sulit untuk berkonsentrasi.

"Kalau aku baca berita sepertinya sang ibu ada masalah secara psikis, tapi harus diperiksa lebih lanjut. Kalau dari anak yang usianya ini lima bulan, dia (diduga) terkena baby blues yang ke arahnya depresi," kata Intan saat dihubungi Okezone, Sabtu (22/8/2020).

 Baca juga: Siksa Bayinya, Ibu di Cengkareng Kerap Bertingkah Aneh

Intan menerangkan, ibu penderita baby blues memang bisa menyakiti bayi hingga tega menenggelamkan bayinya. Menurut dia, seorang ibu bisa terlihat baik secara fisik usai melahirkan, namun belum tentu terhadap psikologisnya.

"Artinya kondisinya psikisnya belum terlalu pulih karena usianya masih enam bulan. Secara fisik mungkin sudah (sembuh), tapi psikis belum pulih karena mungkin masalah yang dijalaninya," sambung Intan.

 Baca juga: Diduga Alami Gangguan Jiwa, Mamah Muda Tega Siksa Bayinya 

"Sepertinya dia juga sudah cerai dari suaminya sehingga dirinya tidak mendapat dukungan dari keluarga. Jadi akhirnya dia kecewa dari kehidupannya dan dia tidak bisa mencurahkan kepada siapa pun, jadi ketika anaknya menangis lagi kondisi nggak nyaman akhirnya itu memicu prilaku dari ibunya," tambah dia.

Intan menduga baby blues yang mengarah kedepresi yang dialami Yulia dari keterangan tetangganya yang melihat prilaku Yulia yang aneh.

"Tapi butuh pemeriksaan lebih lanjut ke psikolog dan pskiater untuk memastikannya," tuturnya.

Intan mengimbau agar tetangga turut berperan aktif jika melihat adanya warga yang bertingkah aneh yang mengarah ke depresi.

Ia juga menyangkan aparat seperti Ketua RT hingga sekuriti yang terkesan abai dalam memproses laporan warga saat melihat Yulia bertingkah aneh tersebut.

"Sebenarnya dari berita ini warga sudah respon dengan melihat tingkah ibu ini dengan melaporkan ke pihak terkait. tapi yang disayangkan pihak terkait tidak merespon dengan cepat. Dan ini sangat disayangkan (sehingga bayinya sempat menenggelamkan anaknya)," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini