Denda Rp1 Juta untuk Pelanggar Masker, Pemprov DKI Siapkan Aplikasi

Fahreza Rizky, Okezone · Sabtu 22 Agustus 2020 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 22 338 2265749 denda-rp1-juta-untuk-pelanggar-masker-pemprov-dki-siapkan-aplikasi-m5T8iokrlO.jpg ilustrasi: okezone

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menyiapkan aplikasi untuk mencatat pelanggaran berulang warga terhadap protokol kesehatan. Bila aplikasi tersebut sudah ada barulah pemprov bisa menerapkan sanksi progresif kepada para pelanggar.

(Baca juga: Siap-Siap, Denda Rp1Juta Jerat Warga Jakarta yang Tak Pakai Masker)

Hal tersebut dikatakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta, Arifin saat ditanyai ihwal penerapan sanksi progresif pelanggar protokol kesehatan dalam Pergub DKI Nomor 79 Tahun 2020.

"Iya perlu kita sosialisasikan dulu kepada masyarakat bahwa pergub ini kan sudah dikeluarkan, sejak dikeluarkan maka pergub ini sudah berlaku. Namun untuk pengenaan sanksi denda progresif kita siapkan dulu sistem aplikasi yang sedang dibuat," ujarnya saat dihubungi wartawan, Sabtu (22/8/2020).

Arifin mengatakan warga yang kedapatan tidak memakai masker secara berulang akan diganjar sanksi progresif. Angkanya tidak main-main, yakni maksimal Rp1 juta. Namun demikian untuk menerapkan sanksi tersebut masih menunggu aplikasi untuk mencatat pelanggaran yang dilakukan warga.

"Yang untuk masker itu kan ada sanksi progresif nah jadi dalam waktu tidak lama nanti sistemnya sudah siap nanti petugasnya langsung menginput, mendatanya langsung dengan aplikasi," jelasnya.

Arifin belum tahu kapan aplikasi pencatat pelanggaran warga itu rampung kapan. Menurut dia hal itu merupakan domain dari dinas informatika.

"Ya belum saya nggak bisa mendahului kalau nanti sudah dilaunching baru yah. Kalau udah keluarkan kayak sekarang Pergub 79, Pergub 80 kan udah keluar. Kalau ini kan belum keluar nanti sebut namanya A nanti namanya B, tunggu aja dulu ya," tukas dia.

Aplikasi tersebut tidak hanya mencatat pelanggar masker, tetapi juga hal lainnya yang menyangkut ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan. "Iya betul, betul," singkat Arifin.

Untuk diketahui, Pergub 79/2020 di antaranya mengatur sanksi bagi perorangan, pelaku usaha, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang melanggar protokol kesehatan.

Pasal 5 beleid tersebut mengatur sanksi bagi orang yang tidak memakai masker di tempat umum berupa kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum selama 60 menit atau denda Rp250 ribu.

Bila pelanggaran berulang satu kali maka dikenakan sanksi kerja sosial selama 120 menit atau denda Rp500 ribu.

Bila pelanggaran berulang dua kali maka kerja sosial selama 180 menit atau denda Rp750 ribu. Terakhir, bila pelanggaran berulang tiga kali dan seterusnya maka kerja sosial 240 menit atau denda Rp1 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini