Dinas Pariwisata Akui Banyak Karaoke & Spa Tak Berizin di Tangsel

Hambali, Okezone · Selasa 25 Agustus 2020 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 338 2266955 dinas-pariwisata-akui-banyak-karaoke-spa-tak-berizin-di-tangsel-PSFfj2iaqw.jpg Pemkot Tangsel saat jumpa pers (foto: Okezone.com/Hambali)

TANGSEL - Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terlihat sulit untuk memberantas praktik prostitusi terselubung dengan modus usaha hiburan dan kesehatan, seperti karaoke, spa hingga pijat reflexy.

Data dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Tangsel mengungkap, hanya ada 100 usaha karaoke, spa, dan pijat reflexy yang terdaftar. Selebihnya belum mengantongi perizinan. Usaha-usaha ilegal itu tersebar di berbagai wilayah pada 7 kecamatan yang ada.

"Hiburan dan rekreasi ini ada 71 yang tercatat di dinas pariwisata, kemudian untuk spa, massage dan reflexy ada 100. Mungkin pertanyaannya kok sedikit? karena memang untuk reflexy saja yang tercatat di pariwisata itu adalah reflexy yang memang secara administrasi persyaratannya telah memenuhi," terang Kepala Dispar, Dadang Sofyan kepada Okezone, Selasa (25/8/20202).

 Hiburan

Dijelaskan Dadang, 71 usaha hiburan dan rekreasi yang terdata cakupannya sangat luas, tidak hanya karaoke, spa dan reflexy. Akan tetapi meliputi pula bioskop, dan olah raga. Dengan begitu, bisa dikatakan bahwa hanya sebagian kecil hiburan karaoke, spa dan pijat reflexy yang mengantongi perizinan.

"Hiburan ini termasuk hiburan dan rekreasi. Hiburan rekreasi itu tidak hanya bioskop, karaoke, tapi juga meliputi olahraga futsal dan sebagainya," katanya.

Namun demikian, meskipun pihaknya mengantongi data jumlah tempat usaha hiburan dan rekreasi di Kota Tangsel, Dadang tetap enggan menyebut secara pasti berapa jumlah usaha karaoke, spa dan reflexy yang tak berizin.

"Jumlahnya saya belum tahu pasti," jelas Dadang.

 

Usaha-usaha tempat hiburan yang tak berizin itu sulit untuk ditindak. Mereka terkesan dibiarkan menjamur menjalani bisnis usaha tersebut. Padahal sesuai regulasi Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwal), usaha hiburan apapun tanpa izin dilarang operasional.

"Regulasinya memang harus memenuhi izin. Tapi kan itu tadi, usahanya juga usaha kecil, bukan usaha besar ya. Kasihan kalau ditutup," tandasnya.

Ketidaktegasan itulah yang dianggap memicu tumbuh suburnya tempat karaoke, spa dan reflexy yang menawarkan pula jasa esek-esek. Sekalipun terjaring razia petugas Satpol-PP, sanksi yang diberikan tak memberi efek jera.

Sementara itu, Kepala Satpol-PP Kota Tangsel, Mursinah, membantah jika pihaknya dianggap main mata dalam menertibkan usaha hiburan tak berizin. Menurut dia, pengawasan dan monitoring dilakukan setiap hari bersama jajaran samping di tingkat paling bawah.

"Sebelum atau saat PSBB, kami setiap hari bergerak terus, memonitor lokasi di mana rentan terjadi pelanggaran Perda. Kami juga tidak bergerak sendiri, ada jajaran samping sampai tingkat RT dan RW yang mengawasi," ucap Mursinah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini