Ikuti Petunjuk Dukun, Warga Hakimi 2 Remaja di Bekasi hingga Babak Belur

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Selasa 25 Agustus 2020 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 338 2267146 ikuti-petunjuk-dukun-warga-hakimi-2-remaja-di-bekasi-hingga-babak-belur-puqfGcJzDn.jpg Tangkapan layar dua remaja dianiaya di Bekasi atas tuduhan pencurian (Foto: Doc polisi/Abdullah M Surjaya)

BEKASI - Dua anak di bawah umur babak belur dihajar massa lantaran dituduh mencuri di Kampung Kemejing, Desa Suka Murni, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ironisnya, aksi main hakim sendiri tersebut dipicu keterangan dari ahli suprnatural atau seorang dukun.

Setelah babak belur, kedua remaja bernama Muhamad Mahesa (19), dan Adam Nurahman (16), langsung diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diamankan. Karena tidak cukup bukti, keduanya langsung dilepaskan Kepolisian Sektor Tambelang.

Baca Juga:  Seorang Ayah Tewas Dihantam Anak Kandungnya

Tidak terima dengan perlakuaan tersebut, kedua remaja ini melaporkan kasus ini didampingi kuasa hukumnya untuk melaporkan kasus ini ke Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi. Sebelum melapor, kedua korban sempat dilakukan perawatan di rumah sakit terdekat.

"Saya dijemput di rumah agar mengaku mencuri HP dan laptop, lalu dipukulin secara brutal, kata dukunnya saya yang mencuri. Padahal, saya tidak tahu apa - apa," kata korban Muhamad Mahesa kepada wartawan di Polres Metro Bekasi, Selasa (25/8/2020).

Menurut dia, aksi brutal tersebut terjadi pada Minggu 23 Agustus malam, setelah menjadi bulan - bulanan warga, dia bersama Adam diserahkan kepada petugas Polsek Tambelang."Karena bukan saya yang mencuri, lalu saya dilepaskan oleh pak polisi," ujarnya.

Untuk itu, kedua korban meminta pihak kepolisian untuk mengusut penganiayaan yang dilakukan oleh warga maupun dukun yang memberikan keterangan palsu hasil terawanganya tersebut."Saya minta keadilan, agar kasus ini bisa terang benderang," tegasnya.

Aksi main hakim sendiri ini rupanya menjadi viral di jagad media sosial, video berdurasi 18 detik tersebut. Kedua korban sempat menjadi bulan - bulanan warga dan dinaikan ke dalam minubus sambil mendapatkan perlakuan tidak mengenakan dari para warga.

Baca Juga:  Siksa Bayinya, Ibu di Cengkareng Kerap Bertingkah Aneh

Kepala Sub Bagian Humas Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, Kompol Sunardi membenarkan peristiwa tersebut. Menurut dia, kedua korban telah melaporkan tindakan tindak penganiayaan dengan no LP/894/615-SPKT/K/VIII/2020/Restro Bekasi.

Dalam laporan tersebut terlapor adalah Parman, Dodi, dan Karnadi. Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memanggil dan meminta keterangan para saksi."Masih dalam pengembangan, penyidik masih melakukan penelusuran," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini