DPRD DKI Kritik Anies soal Usulan Sepeda Masuk Tol

Muhamad Rizky, Okezone · Rabu 26 Agustus 2020 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 338 2267878 dprd-dki-kritik-anies-soal-usulan-sepeda-masuk-tol-Zw7VZbRlz5.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Anggota DPRD Komisi B DPRD DKI Gilbert Simanjuntak mengkritik langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengusulkan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono agar ruas Tol Dalam Kota dapat (Cawang-Tanjung Priok) dapat dilintasi oleh pengendara road bike.

Menurut Gilbert, usulan tersebut tidak bisa diterima akal sehat karena sangat berbahaya bagi masyarakat yang menggunakan sepeda di ruas jalan tol. "Teramat janggal dari segi safety sangat tidak masuk akal. Pengemudi mobil yang berkorban," kata Gilbert saat dihubungi Okezone, Rabu (26/8/2020).

Baca Juga: Surati PUPR, Anies Ajukan Penggunaan Tol Dalam Kota untuk Sepeda Balap 

Gilbert mengatakan, upaya untuk mengakomodir pesepeda di jalan tol justru dapat mengorbankan keselamatan masyarakat. Di sisi lain membutuhkan banyak pihak yang melakukan pemantauan.

Menurutnya, lebih baik pengawasan tersebut digunakan untuk mengawasi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, terlebih pengawasan masyarakat teekait corona masih sangat rendah.

"Mengawasi masyarakat selama Covid-19 tidak optimal, sekarang petugas mau ditambah kerjaan yang tidak jelas," tambahnya.

Gilber menuding bahwa usulan tersebut sebagai pengalihan isu lantaran penanganan virus corona yang tidak maksimal. "Sepertinya ini hanya pengalihan isu, karena kegagalan penanganan Covid-19. Yang dibutuhkan adalah kebijakan di sektor ekonomi. Ini hanya untuk hiburan, masyarakat bawah tidak butuh ini. masyarakat bawah butuh keseriusan penanganan Covid-19 khususnya UMKM," tandasnya.

Sebelumnya, surat permohonan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono untuk memanfaatkan ruas jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta (Cawang-Tanjung Priok) bagi pesepeda beredar di kalangan media.

Dalam surat tertanggal 11 Agustus 2020 itu dikatakan bahwa terjadi peningkatan pesepeda setiap minggunya sehingga meminta kepada Kementerian PUPR untuk dapat menggunakan satu ruas jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta (Cawang-Tanjung Priok) sisi Barat sebagal lintasan road bike.

"Sejalan dengan meningkatnya animo masyarakat menggunakan sepeda sebagai alai transportasi dan juga sebagai alat olahraga. Dan ini teridentifikasi kemarin terakhir pengguna sepeda di kawasan jalur sepeda sementara di Jalan Sudirman-Thamrim, Medan Merdeka Barat sangat tinggi," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota.

"Oleh sebab itu, kami dari Pak Gubernur mengusulkan kepada Pak Menteri PUPR untuk disiapkan satu ruas tol, tepatnya mulai di Kebon Nanas sampai dengan ke arah Priok, satu sisi," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini