Jalur Sepeda di Jalan Tol Sama Saja dengan Pembunuhan Massal

Bima Setiyadi, Koran SI · Kamis 27 Agustus 2020 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 338 2268485 jalur-sepeda-di-jalan-tol-sama-saja-dengan-pembunuhan-massal-LfWsvXcNVD.jpg foto: Okezone

JAKARTA- Rencana Pemprov DKI Jakarta menjadikan satu ruas jalan tol dalam kota untuk jalur sepeda balap atau road bike menuai berbagai macam pro dan kontra.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin menjadikan satu ruas jalan tol dalam kota sebagai jalur sepeda balap atau road bike. Hal itu lantaran pengguna sepeda roda bike di Jalan Sudirman Thamrin sangat tinggi.

(Baca juga: Ini Rute Sepeda di Jalan Tol yang Diusulkan Anies Baswedan)

Wakil Ketua Umum Bidang Komunitas Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Toto Ame mengatakan, usulan Pemprov DKI Jakarta untuk menjadikan satu tuas jalan tol dalam kota sebagai jalur sepeda balap itu sama saja pembunuhan massal. Meskipun kebijakan itu berlaku hanya pada Minggu pagi.

"Kami di ISSI bingung dengan rencana itu. Kalau misalnya jalan tol ditutup sama sekali, tidak ada kendaraan bermotor hanya sepeda, itu oke banget. Nah kalau hanya satu ruas dan dibatasi pakai traffic cone gitu sama aja pembunuhan massal," kata Toto Ame kepada wartawan, Kamis (27/8/2020).

Menurutnya, di jalan bebas hambatan dengan kecepatan minimal 50 kilometer per jam dan hanya dibatasi cone itu sangat tidak terjadi kecelakaan. Sementara, di jalan reguler saja, banyak terjadi kecelakaan jalur sepeda dengan pembatas cone.

Oleh karena itu dia meminta Pemprov DKI Jakarta untuk mengoptimalkan jalur sepeda yang sudah ada saat ini. Kebijakan yang diberikan kepada komunitas sepeda balap untuk latihan di Jalan Sudirman Thamrin dinilai sudah cukup.

"Teman teman pesepeda road bike berlatih di Sudirman Thamrin. Jam 7 sudah selesai. pada saat kondisi kendaraan bermotor belum ramai, dan itupun pakai Marshall. Dishub juga sudah menyetujui. Itu saja sudah cukup," pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini