Fakta-Fakta Tewasnya Ariati yang Ditemukan Membusuk di Kontrakan Pacar

Hambali, Okezone · Jum'at 28 Agustus 2020 03:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 338 2268709 fakta-fakta-tewasnya-ariati-yang-ditemukan-membusuk-di-kontrakan-pacar-Dify6wPhc0.jpg Kontrakan lokasi penemuan mayat wanita membusuk di dalam kardus (Foto : Okezone.com/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Polisi masih memburu keberadaan M Nizar (38), sekuriti sekaligus pacar gelap dari Ariati (31). Ibu dari 1 anak yang ditemukan tewas dengan tangan dan kaki terikat serta dibungkus karpet lantai, lalu dilakban secara rapih.

Jasad Ariati ditemukan dalam kondisi membusuk di kontrakan Nizar, Kampung Kebantenan, RT03 RW08, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa 25 Agustus 2020 malam sekira pukul 19.45 WIB. Hal itu terungkap, setelah aroma menyengat jasad menebar bau dan memancing kemunculan lalat-lalat di sekitar kontrakan.

Okezone coba mendatangi kediaman orang tua korban di Paninggilan, Ciledug, Kota Tangerang. Namun setiba di sana Kamis (27/8/2020) siang, pihak keluarga baik orang tua, seorang anak dan suaminya masih berada di Karawang. Mereka berangkat ke kampung halaman sejak kemarin guna pemakaman Ariati.

Hanya ada Ruswati (44), kakak sepupu Ariati yang menunggu rumah itu. Dia pun mulai bercerita panjang lebar soal kesaksiannya tentang Ariati, serta sosok M Nizar. Dari dia pula diluruskan soal nama Ariati yang sebelumnya ditulis dalam berita, Haryati atau HY. Bahkan termasuk status janda yang disebutkan beberapa nara sumber.

"Namanya Ariati, nggak pakai H, bukan Haryati," katanya.

Dari hasil pernikahan pertama, Ariati memiliki seorang putra bernama Revan yang kini duduk di bangku kelas 3 SD. Dalam perjalanan, bahtera rumah tangganya terganjal lantaran sang suami mengidap gangguan mental.

"Dia dulu tinggal di Cengkareng, tapi suaminya jadi linglung, kena gangguan begitu, akhirnya pisah. Tapi pisahnya memang belum resmi, dia (Ariati) ngajuin Talak. Akhirnya pisah rumah, ikut orang tuanya di sini," sambung Ruswati.

Baca Juga : Seorang Perempuan Dibacok dengan Parang Tanpa Alasan

Entah siapa yang memulai, Ariati akhirnya merajut hubungan asmara dengan M Nizar, pria yang statusnya sudah memiliki istri dan 2 anak. Namun hubungan mereka tak direstui kedua orang tua Ariati. Sebab, Nizar disebut berperilaku buruk dengan sering menenggak minuman keras.

"Waktu pacaran sama Nizar, orang tua nggak setuju, katanya sering minum-minum," jelasnya.

Ariati pun mengakhiri masa menjandanya. Setelah dijodohkan, dia menikah siri dengan seorang pria yang bekerja sebagai buruh kasar proyek, beberapa bulan silam. Selanjutnya, mereka tinggal mengontrak di Jalan Sukarela, Paninggilan, Ciledug.

Meski telah bersuami, kisah asmara antara Ariati dan Nizar belum pupus. Beberapa saksi menyebut, jika Nizar kerap menjemput Ariati untuk diajak ke kontrakan. Terakhir, aktivitas keduanya terlihat intens berada di kamar kontrakan.

Sempat tersiar kabar bahwa sebelum dibunuh, Ariati tengah mengandung janin berusia sekira 2 bulan. Kondisi itu sempat menjadi sorotan keluarganya. Namun keterangan dari sang suami mengatakan hal lain, bahwa tak ada gejala jika Ariati sedang hamil.

"Kabarnya sih begitu, dari teman saya memang ada yang bertanya apa benar dia lagi hamil 2 bulan? terus saya tanya ke suaminya kemarin, katanya nggak hamil. Jadi masih simpang siur juga. Kalau mau keterangan yang pasti, nanti nunggu dari hasil autopsi dokter aja," ungkapnya.

Kapolres Tangsel, AKBP Iman Setiawan menerangkan, pihaknya belum bisa memastikan apakah korban dalam posisi hamil atau tidak. Kata dia, semua bisa terjawab jika telah ke luar hasil autopsi.

"Kita belum terima hasil autopsi ya, jadi apakah korban hamil itu masih dalam proses penyelidikan sambil menunggu hasil autopsi," jelas Iman di Mapolres Tangsel.

Dilanjutkan Iman, dia tak mau berspekulasi mengenai hubungan antara korban dan Nizar. Menurutnya, keterangan dari para tetangga di sekitar lokasi kejadian belum bisa memastikan apa yang sesungguhnya terjadi secara utuh dan akurat.

"Ini masih dalam pemeriksaan. Tidak banyak keterangan yang kita dapat, karena para tetangga tidak bisa menyimpulkan bahwa hubungan korban dengan pelaku seperti apa. Kita bisa nanti memberikan gambaran jelas setelah pelaku tertangkap," tandasnya.

Semula pada malam penemuan jasad, pihak kepolisian melalui Kasatreskrim AKP Muharam Wibisono memberi keterangan bahwa korban ditemukan membusuk di dalam kardus yang diletakkan di bagian belakang ruang kontrakan.

Namun belakangan, keterangan itu dibantah oleh saksi lain yang memiliki rekaman video saat evakuasi jenazah. Ketika itu terlihat, bahwa tubuh korban dengan tangan dan kaki terikat dilipat menggunakan karpet, lalu direkatkan menggunakan lakban hingga terbungkus rapih.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini