Share

11 Karyawan Telkom di Bogor Positif Covid-19

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Jum'at 28 Agustus 2020 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 338 2269155 11-karyawan-telkom-di-bogor-positif-covid-19-A9LOeIhOgo.jpg Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bogor Dedie A. Rachim (Foto: Putra R)

BOGOR - Sebanyak 11 orang yang bekerja di PT Telkom, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat terkonfirmasi positif Covid-19. Hingga saat ini, tim surveillance masih melakukan tracing lebih lanjut terhadap para pasien. 

"Ada 11 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari data kita 11 orang itu hanya 1 warga Kota Bogor, selebihnya sedang dicek oleh tim dari wilayah warga mana saja," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bogor Dedie A. Rachim, Jumat (28/8/2020).

Dedie menjelaskan, mulanya ditemukan adanya satu kasus positif Covid-19 oleh perusahaan. Kemudian, dilanjutkan dengan rapid test yang diikuti sebanyak 200-an karyawan dan ditemukan 72 orang reaktif.

"Jadi cerita gini, ada satu orang positif oleh manajemen perusahaan dirapid test 200 orang sekian, ketemu lah 72 orang reaktif. Lalu diswab tes hasilnya 11 orang positif Covid-19. Siapa yang melakukan? (tes Covid-19)?, internal dari perusahaan jadi laporannya ke kita dari kemarin setelah hasilnya ada," bebernya.

Baca Juga: Pegawai dan Tahanan Positif Covid-19, KPK Lockdown 3 Hari

Dengan adanya temuan tersebut, tim Gugus Tugas telah mengimbau kepada PT Telkom perwakilan Bogor untuk menutup sementara aktivitas sampai 1 September 2020. Selain itu, perusahaan juga diminta melakukan tracing terhadap mereka yang kontak erat.

"Kemarin, saya sudah ketemu kepala perwakilan Telkom wilayah Bogor untuk menutup sementara kantor Telkom sampai 1 September 2020. Kemudian, dilakukan disinfeksi, tracing dan lainnya," ungkapnya.

Di sisi lain, Dedi menduga terjadinya penularan dari klaster perkantoran karena sistem sirkulasi udara kurang baik dan durasi bekerja dalam satu ruangan yang cukup lama. Ditambah, kurangnya penerapan protokol kesehatan yang ketat dari perusahaan.

"Klaster perkantoran kita sinyalir sistem sirkulasi udara tidak baik, kedua durasi lama bekerja dalam satu ruangan bersama-sama juga terlalu panjang dan tidak melakukan protokol secara ketat," tutup Dedie.

Baca Juga: Kasus Meninggal 7.169, Rata-Rata Kematian 4,3% dari Positif Covid-19

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini