Share

Zona Merah, Bima Arya: Setop Dulu Operasional Mal di Kota Bogor

Haryudi, Koran SI · Jum'at 28 Agustus 2020 19:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 338 2269192 zona-merah-bima-arya-setop-dulu-operasional-mal-di-kota-bogor-yfciZT7jsh.jpg Wali Kota Bogor Bima Arya (Foto: Haryudi)

BOGOR - Paska ditetapkan sebagai zona merah, selain membatasi jam malam bagi warganya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga membatasi operasional mal atau pusat perbelanjaan hingga pukul 18.00 WIB.

"Jadi, jam 6 malam ini setop dulu operasional mal, kafe, restoran, jangan sampai ada kerumunan-kerumunan. Jam 9 malam sebaiknya tidak ada aktivitas di luar," ujar Wali Kota Bogor Bima Arya didampingi Jajaran Forkompinda saat konferensi pers di teras Balai Kota Bogor, Jumat (28/08/2020).

"Enggak ada lagi yang nongkrong di mana-mana, kita akan awasi setiap malam. Kita ingin warga tahu bahwa sekarang situasinya sedang tidak baik," tegasnya.

Baca Juga:  49 Kelurahan di Kota Bogor Zona Merah, Kasus Terbanyak dari Klaster Keluarga

Larangan operasional mal hingga malam hari itu salah satu poin Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Berskala Mikro dan Komunitas, menyikapi terus melonjaknya angka kasus positif Covid-19 di Kota Bogor.

Aturan itu berlaku selama 2 pekan, terhitung 29 Agustus hingga 11 September setelah ditetapkan masuk ke zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19 oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

"Kita mempercepat evaluasi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dengan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas. Jadi, RW yang merah akan dibatasi aktivitasnya atau semi lockdown RW-RW yang merah,” katanya.

Pembatasan mikro di RW zona merah, warga diminta untuk tidak beraktivitas di luar atau berkerumun, termasuk membatasi kegiatan sosial keagamaan yang pengawasannya melibatkan babinsa, bhabinkamtibmas, ASN, Kelurahan, Kecamatan dan RW siaga.

"Boleh beraktivitas kalau untuk kesehatan dan pangan. Jadi, masih boleh bekerja tapi tidak boleh berkerumun atau nongkrong. Jadi, bukan berarti lockdown total,” jelas wali kota.

Baca Juga:  11 Karyawan Telkom di Bogor Positif Covid-19

Menurutnya, tak hanya mal tapi semua toko-toko, unit usaha hingga pukul 18.00 WIB dan juga jam malam aktivitas warga di luar hingga pukul 21.00 WIB.

"Kita sudah menyiapkan payung hukum berupa Perwali Nomor 107 Tahun 2020 mengenai sanksi dari hukuman sosial hingga denda jika warga kedapatan melanggar. Perwali (Peraturan Walikota)-nya tinggal ditandatangani," katanya.

Selain itu, Pemkot Bogor akan melibatkan lebih aktif lagi komunitas-komunitas yang tidak terjangkau oleh RW, seperti perkantoran, tempat usaha dan lain-lain untuk mengawasi protokol kesehatan.

Sementara itu, berdasarkan data terkini Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Jumat 28 Agustus 2020 hingga pukul 14.00 WIB, dilaporkan penambahan 13 kasus pasien positif baru.

"Dengan demikian, jumlah kasus di Kota Bogor sebanyak 553 dengan rincian, 29 orang meninggal, pasien positif aktif dalam perawatan berjumlah 198 kasus, dan pasien dinyatakan sembuh 326 kasus," kata Juru Bicara Pemkot Bogor untuk Siaga Corona Kota Bogor Sri Nowo Retno.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini