Penerapan Jam Malam di Depok Diberlakukan Mulai Besok

Agregasi Sindonews.com, · Minggu 30 Agustus 2020 22:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 30 338 2269935 penerapan-jam-malam-di-depok-diberlakukan-mulai-besok-XnntPkdBS8.jpg Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Idris Abdul Shomad (Foto:

DEPOK - Kasus Covid-19 di Kota Depok, Jawa Barat kembali mengkhawatirkan. Untuk itu, mulai Senin 31 Agustus 2020 besok, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memberlakukan pembatasan aktivitas warga di luar rumah.

“Untuk mengendalikan peningkatan dan penyebaran kasus di Kota Depok, beberapa kebijakan yang dikeluarkan sebagai berikut yaitu seluruh aktivitas warga dilakukan pembatasan, maksimal sampai dengan pukul 20.00 WIB,” ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok, Idris Abdul Shomad, Minggu (29/8/2020).

Pembatasan juga berlaku bagi kegiatan ekonomi bisnis. Seperti usaha kafe dan restoran, serta mal, hanya diperbolehkan buka sampai pukul 18.00 WIB. "Pembatasan operasional layanan secara langsung di toko, rumah makan, kafe, minimarket, midi market, super market, dan mal sampai dengan pukul 18.00 WIB. Khusus untuk layanan antar dapat dilakukan hingga pukul 21.00 WIB," tukasnya.

Baca Juga: Depok Terapkan Jam Malam, Seluruh Kegiatan Masyarakat Sampai Pukul 20.00 WIB 

Pihaknya juga melakukan optimalisasi peran Kampung Siaga Covid-19 dengan prioritas kegiatan pendataan tempat kerja warga, melakukan pengawasan keluar masuk tamu yang datang ke rumah warga, dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di Kampung Siaga Covid.

Kemudian, mengoptimalkan aplikasi Kampung Siaga Covid-19 untuk pengaduan warga, termasuk untuk melaporkan pelanggaran protokol kesehatan. “Mengoptimalkan pelaksanaan pembatasan sosial melalui kebijakan Pembatasan Sosial Kampung Siaga berbasis RW (RW-PSKS), pada RW yang ditetapkan sebagai RW PSKS,” tukasnya.

Baca Juga: Positif Covid-19, Istri Wali Kota Depok Diduga Tertular dari ASN Kecamatan Sukmajaya

GTPPC Kota Depok juga melakukan pengawasan dan penertiban protokol kesehatan secara tegas, baik untuk warga secara individu, kelompok, pelaku usaha, dan perkantoran. Kemudian, meningkatkan swab test massal pada kasus kontak erat, suspek dan sasaran prioritas lainnya yang ditetapkan.

“Mengoptimalkan Work From Home (WFH) di kantor-kantor, bagi ASN Pemerintah Kota Depok untuk sementara tidak diperbolehkan melakukan perjalanan dinas luar daerah dan semua kegiatan rapat dilaksanakan secara virtual,” pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini