Lapaknya Diduga Dirusak Anggota TNI, Pedagang di Ciracas Trauma

Riezky Maulana, iNews · Selasa 01 September 2020 12:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 338 2270751 lapaknya-diduga-dirusak-anggota-tni-pedagang-di-ciracas-masih-trauma-Ahm4wcDzJe.jpg Foto: iNews

JAKARTA – Sebanyak 15 pedagang kaki lima (PKL) mengaku lapak dan gerobaknya dirusak sebelum peristiwa ratusan orang yang diduga oknum TNI melakukan penyerangan ke Polsek Ciracas, Sabtu (29/8/2020).

Para PKL tersebut, sehari-harinya menjajakan dagangan mereka di sekitar Arundina, Jalan Lapangan Tembak, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur.

(Baca juga: Prajurit TNI Perbaiki Gerobak PKL yang Dirusak Ratusan Oknum di Ciracas)

Koordinator PKL setempat, Walidi Susanto mengatakan, kejadian tersebut menyebabkan trauma tersendiri untuk beberapa pedagang. Menurutnya, keberuntungan masih melindungi pedagang lantaran segerombolan massa tidak ada yang melukai pedagang.

"Dengan adanya kejadian kemarin mereka kaget, dalam situasi Covid-19 begini, ada insiden seperti itu kan mereka trauma juga ya. Enggak, yang kena kerusakan ini mereka sudah pada tutup, yang masih buka enggak diapa-apakan," kata Walidi di lokasi, Selasa (1/9/2020).

Menurutnya, kerugian yang ditimbulkan atas kejadian perusakan tersebut berkisar Rp400ribu hingga Rp500 ribu. Mayoritas kerusakan berasal dari kaca etalase lapak berjualan yang pecah.

"Kerugian sih enggak banyak ya, antara Rp400 ribu sampai Rp500 ribu pertoko. Karena kan berdasarkan ukuran besar atau kecilnya etalase saja," ungkapnya.

Dia memastikan, jumlah pasti pedagang yang turut menjadi korban serangkaian pengerusakan adalah 15 orang. Dia berharap, setelah perbaikan gerobak PKL oleh prajurit TNI, maka mereka dapat berjualan kembali tanpa adanya rasa takut.

"Yang rusak itu ada total 15 estalase. (Pedagang) campur-campur. Tetapi rata-rata kuliner emang di sini. Kita harapan sih supaya pedagang bisa aman dan tetap kondusif serta bisa dibantu," pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini