2 Polisi Korban Penyerangan Polsek Ciracas Alami Luka Tusuk & Memar

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 01 September 2020 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 338 2270802 2-polisi-korban-penyerangan-polsek-ciracas-alami-luka-tusuk-memar-SoaaGy2GmC.jpg Polsek Ciracas pasca-diserang oknum TNI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sebanyak dua anggota Polda Metro Jaya yang menjadi korban penyerangan oknum prajurit TNI di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Keduanya mengalami luka serius mulai dari luka tusuk di bagian paha, luka sobek di bagian wajah, hingga memar yang cukup parah.

Baca Juga: Lapaknya Diduga Dirusak Anggota TNI, Pedagang di Ciracas Trauma

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membeberkan, kedua anggota Polri yang terluka itu yakni, Bripka Tukin. Korban merupakan anggota Unit VII VIP Ditpamobvit Polda Metro Jaya.

Kemudian, Bripda Bernandus Dimas yang merupakan Anggota Kompi 3 Pleton 2 Dalmas Ditsamapta Polda Metro Jaya. Keduanya menjadi korban sweeping saat pulang dinas.

"Bripka Tukin mengalami luka memar parah di bagian wajah kanan. (terkena sweeping saat pulang dinas) sedang rawat di RS," kata Yusri Yunus melalui pesan singkatnya, Selasa (1/9/2020). 

"Sedangkan Bripda Bernandus mengalami luka sobek pada bagian wajah, memar di seluruh wajah, luka belakang kuping kiri (7 jahitan) dan luka tusuk benda tajam di belakang paha kanan (terkena sweeping) dirawat di RS," imbuhnya.

Sekadar informasi, Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, diserang oleh sejumlah oknum yang diduga anggota TNI beberapa waktu lalu. Tak hanya itu terdapat dua anggota Polri dan satu warga sipil yang menjadi korban penyerangan itu. 

Baca Juga: Polda Metro Telusuri Andil Masyarakat Sipil yang Ikut Merusak Polsek Ciracas

Para oknum yang diduga anggota TNI itu nekat menyerang kantor polisi karena terprovokasi berita hoaks. Berita hoaks itu berawal dari seorang anggota TNI mengaku dikeroyok oleh orang tidak dikenal dan dia kemudian menginformasikan hal itu ke rekan-rekannya sesama anggota TNI.

Padahal, hasil penyelidikan pihak kepolisian menyimpulkan jika anggota TNI itu masuk ke rumah sakit karena kecelakaan lalu lintas tunggal, bukan dikeroyok.

Atas insiden ini, pihak TNI AD sudah menyampaikan permohonan maafnya ke Polri maupun ke masyarakat atas aksi oknumnya. TNI juga bersikap tegas memproses bahkan memecat puluhan oknum TNI yang terlibat dalam insiden itu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini