Polda Metro Jaya Segel Gedung DPP Partai Hanura

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Selasa 01 September 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 338 2271121 polda-metro-jaya-segel-gedung-dpp-partai-hanura-7Zvyrb6WBw.jpg Polda Metro Jaya segel Gedung Hanura, Jakarta (Foto: Okto Rizki Alpino)

JAKARTA - Gedung DPP Partai Hanura di Jalan Raya Mabes Hankam, Cipayung, Jakarta Timur disegel petugas dari Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya. Penyegelan itu diduga akibat adanya sengketa lahan.

M. Saidi (52) petugas keamanan setempat mengatakan, penyegelan gedung DPP Partai Hanura sudah berlangsung sejak dua hari lalu. Puluhan petugas dengan seragam lengkap mendatangi lokasi dan memasang garis polisi.

"Yang datang polisinya banyak, ada sekitar 10 mobil yang datang. Ada yang pakai truk dan juga bus," katanya, Selasa (1/9/2020).

Baca Juga:  Jokowi Yakin Hanura Bisa Cegah Politik SARA

Menurut Saidi, setelah gedung tersebut dipasangi garis polisi sontak tak ada aktivitas di dalam gedung itu. Padahal beberapa bulan lalu gedung tersebut masih dipakai untuk beberapa kegiatan partai.

"Jadi selain dipasangi garis polisi, itu di ujung pagar juga dipasangi plang dari polisi. Kayaknya tanah sengketa, karena tulisannya dalam pengawasan Polda Metro Jaya," ungkapnya.

Terpisah, Direktur Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat membenarkan terkait penyegelan gedung kantor DPP Hanura.

"Pada Senin 31 Agustus 2020 telah dilaksanakan olah TKP oleh tim penyidik Subdit Harda terhadap tanah dan bangunan untuk status quo," katanya, dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (1/9/2020).

Baca Juga:  Ini 51 Orang Pengurus DPP Partai Hanura

Dia menjelaskan, penyegelan tanah dan bangunan tersebut merupakan tindak lanjut penyidikan terkait laporan dari pihak Wiranto. Melalui tim kuasa hukumnya menyebutkan bahwa terdapat tindak pidana yakni memasuki pekarangan tanpa izin dan penggelapan hak atas barang tidak bergerak.

"Kami segel karena saat ini ada beberapa pasal yang akan dikenakan. Seperti Pasal 167 KUHP, 385 KUHP dan 55 KUHP, yakni dugaan tindak pidana memasuki pekarangan orang lain tanpa izin yang berhak," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini