Gubernur Anies Akan Larang Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri

Bima Setiyadi, Koran SI · Rabu 02 September 2020 12:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 338 2271357 gubernur-anies-akan-larang-pasien-covid-19-isolasi-mandiri-Y0vn1NVK5Z.jpg Foto: iNews

JAKARTA- Tingginya penambahan kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta setiap harinya, membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melarang pasien positif Covid-19 melakukan perawatan isolasi mandiri.

Pasalnya, isolasi mandiri yang dilakukan pasien justru memicu klaster baru yakni klaster rumah tangga.

(Baca juga: Anies Sebut Penanganan Kasus Covid-19 di Jakarta Masih Terkendali)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, saat ini pihaknya tengah menggodok regulasi larangan isolasi mandiri bagi pasien positif Covid-19. Nantinya isolasi kepada pasien corona menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Isolasi itu akan dikelola oleh pemerintah agar lebih efektif memutus mata rantai penyebaranCovid-19," ujar Anies, Rabu (2/9/2020).

Anies menambahkan, tidak sedikit pasien positif isolasi mandiri saat ini yang tidak mengerti sepenuhnya soal protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Hal tersebut menyebabkan kasus Covid-19 bisa menularkan dari satu anggota keluarga ke anggota lainnya hingga memunculkan klaster rumah tangga.

Oleh karena itu, ketika regulasi larangan isolasi mandiri sudah tuntas, kedepan tidak perbolehkan lagi pasien Covid-19 isolasi mandiri di Rumah. Semuanya akan ditampung di fasilitas-fasilitas milik pemerintah.

"Ke depan semua akan diisolasi di fasilitas milik pemerintah dengan begitu kita akan bisa insya Allah memutus mata rantai secara lebih efektif,"tegasnya.

Sekadar diketahui, Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI, Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan tingginya kasus positif Covid-19 di Jakarta beberapa hari belakangan ini dinilai akibat isolasi mandiri positif Covid-19 yang tidak benar. Pemprov DKI Jakarta belum memiliki peraturan yang yang jelas bagi pasien positif isolasi mandiri.

Dikatakan Miko, banyak faktor yang memicu lonjakan wabah mematikan itu. Salah satunya adalah sistem isolasi mandiri bagi pasien positif Covid-19 yang tidak maksimal.

Sejauh ini, kata dia, DKI Jakarta belum punya peraturan yang jelas bagi pasien isolasi mandiri. Hal ini membuat pasien bisa saja keluar rumah dan menularkan wabah ini ke orang lain.

"Pengawasan bagi pasien isolasi mandiri sangat lemah. Ini harus segera dievaluasi," ujar Miko kepada wartawan, Selasa (1/9).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini