Kabupaten Bogor Mulai Dilanda Kekeringan, Berikut Sebarannya

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 02 September 2020 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 338 2271363 kabupaten-bogor-mulai-dilanda-kekeringan-berikut-sebarannya-LCYjbvQdjy.jpg Pembagian air bersih di Kecamatan Cariu Bogor (Foto: BPBD Bogor)

BOGOR - Sebanyak 5 desa di wilayah Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mulai mengalami kekeringan. Warga di desa tersebut kesulitan untuk mendapatkan air bersih guna keperluan sehari-hari.

"Iya benar, ada sebagian wilayah Cariu yang kekeringan," kata Sekretaris Kecamatan Cariu Bakri Hasan, saat dihubungi Okezone, Rabu (2/9/2020).

Kelima desa yang kekeringan itu yakni Desa Sukajadi, Desa Tegal Panjang, Desa Kuta Mekar, Desa Cibatutiga dan Desa Karya Mekar. Dengan jumlah terdampak sekitar 1.000 lebih Kepala Keluarga (KK).

"Ada desa lain yang juga kekeringan tapi hanya perkampung saja. Kalau lima desa ini lebih luas. Sungai kering, sumur juga kering," ungkap Bakri.

Kondisi ini, lanjut Bakri, sudah terjadi sekitar dua pekan. Tak hanya itu, kondisi pertanian di wilayahnya juga mengalami kekeringan namun dirinya belum bisa mendapatkan data berapa luas yang terdampak.

"Sudah (kekeringan) sekitar dua mingguan lah. Pertanian kita juga sudah kering, kita kan padi semua pak. Sekarang sudah kering," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Adam Hamdani mengakui Cariu menjadi salah satu wilayah yang terdampak kekeringan.

Tak hanya Cariu, terdapat 8 kecamatan lainnya di wilayah Kabupaten Bogor yang juga terdampak kekeringan yaitu Jonggol, Klapanunggal, Citeureup, Klapanunggal, Cigudeg, Tenjo, Jasinga dan Ciampea.

"Itu data update sampai 31 Agustus 2020," ucal Adam, dikonfirmasi.

Dari jumlah, tersebut total sedikitnya ada 15.010 Kepala Keluarga (KK) dengan 47.250 jiwa yang terdampak. BPBD pun telah menyuplai kebutuhan air bersih sebanyak 405.000 liter ke wilayah kekeringan.

"Hanya buat kebutuhan rumah tangga minum dan masak. Bukan untuk kebutuhan lahan pertanian atau persawahan," tambahnya.

Diprediksi kondisi ini tidak akan lama, sebab bulan September ini masuk musim penghujan. Meski begitu, pihaknya tetap akan menyalurkan pasokan air bersih kepada warga yang membutuhkan.

"Prediksi bulan September ini sudah mulai memasuki penghujan," tutup Adam.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini