Share

Cerita Warga yang Dibacok Oknum TNI saat Penyerangan Mapolsek Ciracas

Riezky Maulana, iNews · Rabu 02 September 2020 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 338 2271396 cerita-warga-yang-dibacok-oknum-tni-saat-penyerangan-mapolsek-ciracas-2Ytwz2PHGT.jpg Foto: iNews

JAKARTA - Pihak TNI Angkatan Darat (AD) telah meminta maaf dan mengganti kerugian yang dialami oleh sejumlah pedagang dan warga di sekitar penyerangan Mapolsek Ciracas dan sejumlah wilayah di Jakarta Timur oleh oknum anggota TNI, pada Sabtu (29/8) dini hari.

Salah satu korban bernama Wahyu mengaku mendapatkan ganti rugi sebesar Rp6 juta akibat penyerangan Mapolsek Ciracas yang diduga oleh oknum TNI AD.

(Baca juga: Luka di Kepala, Penyebar Hoax Prada MI Terbaring di Rumah Sakit)

Pegawai Perusahaan Umum Pengangkut Penumpang Djakarta (Perum PPD) yang bertugas di SPBU Taman Mini ini akan menggunakan uang ganti rugi tersebut untuk mengobati sejumlah luka yang didapatnya. Lantaran dibacok di kepala, Wahyu harus menerima sekitar delapan jahitan.

"Dapatnya uang Rp6 juta, untuk itu, pengobatan lanjutan. Ini kan belum dibuka jahitannya. Kita untuk kontrol jahitan. Kalau jahitan 8 jahitan di luar dan dalam," ujarnya di Koramil 05 Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (2/9/2020).

Selain luka di kepala, lehernya pun nampak lebam karena terkena benda tumpul. Dia bercerita, kejadian penyerangan terjadi sekira pukul 02.20 WIB saat dia sedang bekerja mengawasi pengisian bahan bakar.

"Ini luka di kepala dan juga leher. Kejadian jam 02.20 WIB, komplotan mengarah ke pintu satu Taman Mini itu jalan di blok dua-duanya. Saya lagi ngawasin solar aja," tuturnya.

Saat kejadian, dia mengaku kondisi sedang ramai oleh petugas yang bekerja. Namun, para pelaku tidak memperdulikan keadaan dan langsung melakukan penyerangan dengan membabi buta.

"Kita banyak orang. Kita sama-sama jaga juga kan waktu itu lagi ngawasin busway. Bukan di halte busway tapi ya kita di SPBU Taman Mini tempat pengisian. Saya lihatnya pakai parang itu datang tiba-tiba aja langsung nyerbu secara membabi buta gitu," jelasnya.

Namun dia mengaku tidak mengalami trauma setelah kejadian penyerangan tersebut, menurutnya hal tersebut  sangat lumrah karena banyak kejahatan yang terjadi di lapangan. Kendati demikian, dia berharap, agar kejadian tersebut tidak terulang dan para prajurit lebih diawasi.

"Ah namanya di jalan kita enggak trauma. Biasa di jalanan kan. Harapannya untuk lebih dilihat lagi mana yang benar berkeja mana yang tidak benar bekerja," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini