Share

Bogor Zona Merah, Kapasistas RS untuk Pasien Positif Corona Sisa 16%

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 02 September 2020 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 338 2271634 bogor-zona-merah-kapasistas-pasien-positif-corona-sisa-16-ZYxnfkm6EA.jpg Wali Kota Bogor Bima Arya (Foto : Okezone.com/Putra RA)

BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut kapasitas tempat tidur untuk pasien positif virus corona atau Covid-19 di sejumlah rumah sakit rujukan tersisa 16 persen. Mayoritas, diisi orang tanpa gejala (OTG).

"Yang harus kita antisipasi adalah lonjakan kasus positif Covid-19. Kita cek kesiapan kita dan harus kita lakukan langkah-langkah antisipasi. Saat ini di Kota Bogor ada 258 tempat tidur. Terisi kira-kira 84 persen tetapi masih banyak orang tanpa gejala yang dirawat," kata Bima kepada wartawan, Rabu (2/9/2020).

Karena itu, pihaknya meminta kepada rumah sakit rujukan di Kota Bogor untuk segera menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien covid-19.

"Jadi strategi kita untuk antisipasi lonjakan kasus yang pertama adalah meminta rumah sakit menambah (tempat tidur). Saya berterimakasih tadi RS Hermina menambah15 tempat tidur dan RS Marzuki Mahdi juga menambah," ungkapnya.

Kemudian, lanjut Bima, Pemkot Bogor bersama Dinas Kesehatan juga akan menyiapkan fasilitas non medis bagi pasien OTG. Sehingga, fasilitas rumah sakit hanya dikhususkan pasien positif yang bergejala.

"Kita juga sedang siapkan fasilitas non kesehatan untuk orang yang tanpa gejala. Jadi yang dengan gejala di rumah sakit dan yang tanpa gejala di non fasilitas kesehatan. Kemungkinan di Lido, jadi soore ini Dinkes sedang observasi di sana," harap Bima.

Baca Juga : Panitia Pesta Seks di Apartemen Mewah Terinspirasi Acara di Thailand

Di sisi lain, Bima menyebut melonjaknya kasus positif covid-19 di Kota Bogor saat ini belum memasuki fase gelombang kedua. Untuk itu, Bima meminta warganya selalu waspada dan menerapkan protokol kesehatan.

"Gelombang ke satu aja belum tuntas, jadi kita ini masih naik belum tuntas. Kalau dikatakan gelombang ke dua, saya kira tidak ini masih gelombang satu yang terus naik dan semua harus waspada," tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini