Epidemiolog Sebut Jakarta Perlu Terapkan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 03 September 2020 05:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 338 2271785 epidemiolog-sebut-jakarta-perlu-terapkan-jam-malam-cegah-penyebaran-corona-VFR0oPGCtG.jpg Suasana Kota Bogor saat penerapan jam malam. (Ilustrasi/Foto : Okezone.com/Putra Ramadhani)

JAKARTA – Kasus baru konfirmasi positif virus corona atau Covid-19 di Jakarta dalam beberapa hari belakangan sudah mencapai 1.000. Lalu apakah diperlukan pembatasan jam malam guna mencegah virus corona?

Terkait hal itu, pakar epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Laura Navila Yamani mengatakan, pembatasan jam malam di Jakarta diperlukan agar mencegah penyebaran virus corona.

“Saya rasa perlu. Kalau enggak dilakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) bagaimana caranya pembatasan pergerakan dilakukan,” kata Laura kepada Okezone di Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Menurut Laura di masa PSBB transisi ini kenaikan kasus di Ibu Kota masih terus terjadi dan malah semakin tinggi. Oleh sebab itu diperlukan aturan yang jelas dalam menangani pandemi ini.

“Ini kan katanya masih dalam tahap PSBB transisi dan agak tidak begitu jelas aturan yang disampaikan,” tuturnya.

Apalagi, sambung Laura, di masa PSBB transisi ini banyak sektor usaha yang membuka secara kucing-kucingan lantaran belum diizinkan untuk beroperasi.

“Ada juga yang curi-curi dia buka sektor yang tidak diperbolehkan buka saat masa transisi ini. Pada kenyataannya kan ada yang secara ilegal membuka, seperti itu,” tutur Laura.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan pada hari ini ada penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 3.075 orang. Secara keseluruhan total kasus positif menjadi 180.646.

Dari laporan penambahan kasus baru, posisi pertama ditempati DKI Jakarta dengan penambahan kasus baru sebanyak 1.054 dan pasien sembuh sebanyak 474 orang.

Baca Juga : Denda Pelanggar PSBB di DKI Capai Rp4 Miliar, Separuhnya karena Masker

Sebagai catatan, dalam beberapa hari belakang, Jakarta berturut-turut menjadi provinsi penyumbang paling banyak kasus konfirmasi positif per harinya.

Baca Juga : Penerapan Jam Malam Dinilai Bukan Strategi Utama Kendalikan Pandemi Covid-19

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini