Sebarkan Hoax, Prada MI Belum Ditetapkan Tersangka

Riezky Maulana, iNews · Kamis 03 September 2020 16:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 338 2272154 sebarkan-hoax-prada-mi-belum-ditetapkan-tersangka-OtRa1LGoky.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Komandan Polisi Militer (Danpom) Kodam Jaya Kolonel CPM Andrey Swatika Yogaswara menyebut hingga saat ini, Prada MI belum ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa pembakaran dan perusakan Mapolsek Ciracas, beberapa waktu lalu.

(Baca juga: Terus Bertambah, 90 Warga Jadi Korban Keberingasan Oknum TNI di Ciracas)

Prada MI sendiri merupakan oknum anggota TNI yang menyebarkan berita bohong bahwa dia mengalami pengeroyokan. Padahal, dia terjatuh dari motor karena kurang konsentrasi.

Andrey mengatakan, Prada MI sedang menjalani perawatan kesehatan di Rumah Sakit Ridwan Meuraksa, Jakarta Timur, akibat kecelakaan tunggal di Jakarta Timur.

"Terkait bagaimana proses untuk Prada MI, peningkatan status Prada MI, sampai sekarang sudah dimintai keterangan terkait hukum ke arah sana, tapi peningkatan status Prada MI sampai sekarang belum ditetapkan tersangka, karena alasannya masih dalam perawatan kesehatan di rumah sakit," katanya dalam konferensi pers di Mapuspomad, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2020).

Sementara itu, untuk 29 prajurit TNI yang telah ditetapkan sebagai tersangka, seluruhnya dijerat dengan pasal berlapis. Setidaknya ada dua pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang akan disangkakan kepada para perlaku, yakni Pasal 170 dan Pasal 406.

"Pasal-pasal yang diterapkan sampai saat ini kami menerapkan pasal 170 KUHP, barang siapa dengan terang-terangan bersama-sama melakukan kekerasan diancam pidana 5 Tahun 6 Bulan," tuturnya.

"Kemudian pasal 406 KUHP, barang siapa dengan sengaja melawan hukum menghancurkan merusak atau menghilangkan barang sesuatu atau sebagian milik orang lain, diancam 2 Tahun 8 Bulan dan pasal itu akan berkembang," sambungnya.

Pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap 12 prajurit yang diduga terlibat perusakan Mapolsek Ciracas. Sementara, total 51 orang telah diperiksa dan 29 orang ditetapkan sebagai tersangka.

"Hari ini kami akan memeiksa lebih lanjut sekitar 12 orang dari total 51 terleriksa dan 29 orang sudah kami tetapkan sebagai tersangka," pungkasnya.

Sebelumnya, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI AD) menyebutkan jumlah warga yang melapor ke posko pengaduan terkait penyerangan dan perusakan Mapolsek Ciracas serta wilayah Jakarta Timur telah mencapai 90 orang.

Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI AD Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan, dari 90 korban tersebut sebanyak 16 orang menjadi korban penganiayaan. Sementara kerugian materil tercatat 83 unit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini