Pencuri Motor Beralih Incar Sepeda Mewah di Tengah Pandemi

Hambali, Okezone · Kamis 03 September 2020 19:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 338 2272259 pencuri-motor-beralih-incar-sepeda-mewah-di-tengah-pandemi-LgPxT4VMhV.jpg Pelaku curanmor beralih jadi maling sepeda di tengah pandemi (Foto : Okezone.com/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Di tengah pandemi virus corona atau COvid-19, polisi meringkus 3 kawanan pelaku curanmor beralih mencuri sepeda mewah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Satu di antaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat disergap.

Ketiga pelaku masing-masing Sugeng Anjari, Edward Samofo, dan Tri Sulistyo. Pelaku Sugeng sebelumnya diketahui sebagai residivis kasus pencurian sepeda motor. Mereka lantas berkomplot dan mengincar sepeda mewah yang harganya antara 30, 50, hingga 150 jutaan.

Kapolres Tangsel, AKBP Iman Setiawan menerangkan, pada tanggal 19 Juli 2020 pihaknya menerima laporan masyarakat terkait adanya pencurian sepeda. Kemudian jajarannya langsung melakukan rangkaian penyelidikan di lapangan.

"Pada 29 Juli 2020 kami melakukan tangkap tangan terhadap salah satu pelaku yang saat itu telah membawa satu unit sepeda. Dari satu pelaku tersebut kemudian kami kembangkan sindikat pencurian sepeda di wilayah tangerang selatan," katanya di Mapolres Tangsel, Kamis (3/9/2020).

Dari penyelidikan diketahui, para pelaku telah 17 kali mencuri di kluster dan perumahan di wilayah Kota Tangsel. Saat beraksi, mereka memanfaatkan situasi para penjaga lengah di mana saat menjelang fajar. Sepeda yang berhasil mereka curi rata-rata bermerek BMC dan Brompton.

"Ketiganya melakukan pencurian dengan modus pada waktu subuh mengitari beberapa klaster, melihat kelengahan dari Satpam terus melompat masuk ke kluster, melihat ada sepeda yang bisa diambil lalu diambil. Yang diambil kurang lebih 17 unit dari berbagai merek, ada 8 unit sepeda yang telah kita amankan, dan sisanya masih dalam pencarian kita," tutur Iman.

Baca Juga : 8 Rumah Kebakaran, Kerugian Ditaksir hingga Ratusan Juta

Baca Juga : Pilkada Solo, Gibran Tak Bisa Sungkem ke Jokowi

Dilanjutkan Iman, sepeda-sepeda itu dijual ke sejumlah orang. Prosesnya pun dilakukan di pasar sepeda yang berada di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Harga jualnya jauh lebih murah, di mana sepeda lipat yang harga aslinya Rp30 juta, dijual dengan harga Rp5 juta.

"Pelaku sebelumnya adalah residivis pelaku pencurian kendaraan bermotor, karena melihat bahwa masyarakat saat ini sedang menggemari olah raga sepeda, banyak sepeda, dia beralih karena melihat peluang untuk mencuri sepeda," sambungnya.

Saat beraksi, para pelaku mengambil sepeda yang berada di garasi rumah. Mereka dengan leluasa menggondol sepeda, sebab para pemilik kebanyakan tak menguncinya. Setelah itu, pelaku membawa hasil curian dengan menaiki pagar pembatas kluster.

"Diambil, lalu begitu keluar dari kluster dilempar atau dibawa melewati pagar. Alasan mereka mencuri sepeda karena lebih gampang ngambilnya daripada sepeda motor. Ini nggak dikunci waktu diambil," ucap Iman.

Satu pelaku yang merupakan otak pencurian, Sugeng, harus dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat ditangkap. Dua peluru petugas bersarang di bagian kakinya, dia pun sempat menjalani perawatan sebelum akhirnya dijebloskan ke dalam sel tahanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini